Komunikasi, Rizki bocah obesitas pakai handphone buat SMS
Rizki belum bisa berbicara dengan lancar karena terhalang ventilator oksigen yang terpasang di mulut.
Kondisi kesehatan Rizki Rahmat Ramadhon (10) semakin meningkat sejak sadar dari koma selama sebelas jam. Meski demikian, bocah dengan berat badan 119 kg itu masih menjalani pemulihan di ICU Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang.
Ayah Rizki, Edi Hartono mengaku sangat bersyukur dengan keajaiban yang diberikan Allah SWT kepada putra bungsunya tersebut. Edi mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa semua masyarakat untuk kesembuhan Rizki.
"Alhamdulillah, Rizki sudah sadar sejak sekitar pukul sembilan tadi malam, matanya sudah melek," ungkap Edi, Sabtu (22/7).
Namun, kata Edi, Rizki belum bisa berbicara dengan lancar karena terhalang ventilator oksigen yang masih terpasang di mulutnya. Untuk membantu komunikasi, keluarga memberikan Rizki sebuah ponsel.
"Ngomongnya sulit, jadi diganti pakai SMS, saya kasih biar nyambung maunya Rizki bagaimana," ujarnya.
Salah satu isi pesan singkat Rizki adalah keinginannya untuk berbicara dengan lancar seperti biasa. Sebab, dia kesal dengan adanya ventilator di mulutnya.
"Tadi dia (Rizki) kirim SMS ke dokter, dia bilang 'dokter bisa tidak alat di mulut saya (ventilator) dilepas, saya pingin bicara," kata Edi menirukan isi SMS anaknya itu.
"Tadi dokter langsung jawab belum bisa. Alhamdulillah Rizki ngerti. Kalo dilepas, bisa bahaya waktu Rizki tidur, bisa susah bernapas lagi," tukasnya.
Sementara itu, Tim medis mengupayakan agar Rizki dapat bernapas tanpa menggunakan ventilator oksigen. Salah satu tim dokter penanggungjawab (DPJB) pasien Rizki, dr Yulius Anzar memastikan kondisi Rizki semakin baik sejak sadar tadi malam. Hal ini dilihat dari detak jantung, responsibility, dan kesadarannya yang beranjak full.
"(Keadaannya) sudah bagus, sudah kita cek," ungkap Yulius," ungkap Yulius.
Saat ini, kata dia, tim dokter akan perlahan-lahan mengurangi bantuan pernapasan menggunakan ventilator dengan melihat peningkatan kesehatannya. Sehingga paru-paru Rizki dapat mengambil alih penyerapan oksigen secara normal.
"Sekarang kita perlahan-lahan mengurangi bantuan napas ventilatornya. Tidak bisa mendadak, harus perlahan-lahan. Dilihat dulu, kan bisa dinamis, (kesehatan) tidak bisa mantap begitu saja. Ada ahlinya, ada monitornya" tukasnya.
Baca juga:
Dipasang selang oksigen, mulut Rizki keluar darah
Rizki koma dan pendarahan di tengah usaha mengurangi berat badan
Sadar setelah 11 jam koma, 'mama' kata pertama diucapkan Rizki
Utamakan keselamatan jiwa, program diet Rizki butuh waktu lama
Rizki koma setelah minta dimandikan karena merasa gerah