LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Komnas HAM Desak Kapolda Sultra Segera Ungkap Kasus Tewasnya Dua Mahasiswa Saat Demo

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta kepada Merdysam untuk segera mengungkap tewasnya dua mahasiswa di Kendari saat melakukan aksi unjuk rasa. Di mana, dua mahasiswa tersebut tewas terkena peluru tajam dan pukulan benda tumpul.

2019-09-30 16:58:19
Demo Mahasiswa
Advertisement

Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah melantik tiga Kapolda baru, yakni Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Merdysam, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, dan Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi. Pelantikan dilakukan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/9).

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta kepada Merdysam untuk segera mengungkap tewasnya dua mahasiswa di Kendari saat melakukan aksi unjuk rasa. Di mana, dua mahasiswa tersebut tewas terkena peluru tajam dan pukulan benda tumpul.

"Peristiwa ini menjadi tantangan kepolisian khususnya Kapolda yang baru untuk bisa mengungkapkan. Kalau sudah terungkap umumkan ke publik siapa pelakunya," kata Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam, di Gedung Komnas HAM, Jalan Latuhari, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Advertisement

Menurut Choirul, hasil autopsi sudah menyatakan bahwa salah satu mahasiswa tersebut, Randi (21), tewas terkena peluru tajam. Bahkan, Tito telah memerintahkan untuk menyelidiki kasus ini.

"Polisi berjanji karena polisi sudah mengirim dua tim, tim Propam dan Itwasum," ujarnya.

Pasca hasil autopsi sudah diketahui, Choirul meminta kepolisian agar melakukan uji balistik dan forensik guna mengetahui siapa pelaku penembakan. Tak hanya itu, dia juga meminta Kapolda mendalami setiap fakta yang ada di lapangan termasuk pemeriksaan saksi-saksi saat kejadian tersebut.

Advertisement

"Karena cerita lapangan akan menentukan siapa pelakunya bahwa ada uji balistik dan forensik iya tapi uji balistik dan forensik memiliki keterbatasan," tutupnya.

Baca juga:
Tim Investigasi Periksa 13 Saksi Kematian 2 Mahasiswa saat Demo di Kendari
Mahasiswa Surabaya Desak Polisi Tuntaskan Kasus Penembakan Demonstran di Kendari
Paripurna Terakhir, Ketua DPR Doakan Dua Mahasiswa Kendari yang Tewas
Jaga Aksi Demontrasi, Kapolda Sultra Baru Pastikan Tak Ada Peluru Tajam dan Karet
Kapolda Sultra Tegaskan Penyelidikan Kematian 2 Mahasiswa di Kendari Terbuka
TNI-Polri Patroli Pascaunjuk Rasa yang Tewaskan 2 Mahasiswa di Kendari

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.