Komisi X DPR Desak Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan Diinvestigasi
Hetifah menjelaskan, tahun 2018 DPR sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk rehabilitasi ruang kelas, dan Rp765 miliar untuk renovasi. Jumlah tersebut ditargetkan menjangkau 22.446 ruang kelas dan 1.179 sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyayangkan ada gedung sekolah yang ambruk di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (6/11). Menurutnya, kejadian itu harus diselidiki lebih lanjut.
"Harus kita selidiki, dimana akar masalahnya? Apakah pihak sekolah yang tidak melaporkan kondisi bangunan sekolah yang sudah tidak layak? Ataukah dari dinas pendidikan kota yang belum menindaklanjuti laporan?" katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11).
Menurutnya, gedung yang ambruk tersebut baru berusia dua tahun. Sehingga, jika bangunannya kokoh seharusnya ambruk.
"Perlu dilakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab ambruknya bangunan sekolah tersebut. Perlu diselidiki, apakah memang ada terjadi gagal konstruksi sejak awal. Pihak-pihak terkait harus bertanggung jawab," ungkapnya.
Hetifah menjelaskan, tahun 2018 DPR sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk rehabilitasi ruang kelas, dan Rp765 miliar untuk renovasi. Jumlah tersebut ditargetkan menjangkau 22.446 ruang kelas dan 1.179 sekolah.
"Semua stakeholder pendidikan harus proaktif dalam mengajukan dan melaksanakan perbaikan sekolah-sekolah yang kurang layak. Baik dari pihak pemerintah kota, pihak sekolah, maupun orangtua murid," ungkapnya.
Karena itu, Hetifah meminta kejadian ini menjadi evaluasi pemerintah terutama dalam pembangunan fasilitas pendidikan.
"Bukan hanya pembangunan fasilitas fisik yang harus diperhatikan, namun juga manajemen penanggulangan bencana dan pendidikan pengurangan resiko bencana," ucapnya.
Baca juga:
Kronologi Ambruknya Atap Gedung SD di Pasuruan yang Tewaskan Dua Orang
Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Atap SD di Pasuruan yang Tewaskan Dua Orang
Atap Kelas Bangunan SD di Pasuruan Ambruk, Dua Orang Meninggal dan 11 Siswa Luka
Potret Miris Pendidikan Indonesia, di Sekitar Ibu Kota Banyak Sekolah Rusak
Siswa Belajar di Lantai, Lebak Masih Kekurangan 591 Ruang Kelas
Miris, Siswa SDN di Lebak Belajar di Lantai Beralas Karpet Tanpa Meja & Kursi