Komisi V DPR sebut rancangan underpass Solo-Sukoharjo amburadul
Namun, Toha tidak memberikan solusi dan hanya menyebut akan memanggil pejabat Kemenhub buat mencari jalan keluar.
Banjir dan kerusakan parah yang terjadi di underpass Solo-Sukoharjo akhir-akhir ini mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Tak terkecuali anggota Komisi V DPR RI Muhammad Toha.
Toha hari ini melakukan inspeksi mendadak ke proyek yang ada di Jalan Slamet Riyadi, Makamhaji Kartasura, Sukoharjo. Dia menilai perencanaan proyek pembangunan jalan kolong itu sangat buruk. Terbukti banyak permasalahan sejak awal, sampai akhirnya bangunan senilai Rp 27 miliar tidak bisa digunakan karena tergenang banjir selama lima hari.
"Perencanaan underpass ini sangat buruk. Permasalahan ini muncul sejak awal proses pembangunan sampai sekarang. Makanya kami dari Komisi V DPR RI kebetulan ada agenda di Semarang, saya ajak ke sini untuk melihat dan mencari solusi bersama," kata Toha, Rabu (29/4).
Toha menambahkan, Komisi V menyatakan awal Mei ini akan memanggil Dirjen Perkeretaapian untuk diminta keterangannya. Pemanggilan itu guna mencari solusi agar underpass bisa segera ditangani dan bisa digunakan.
Dalam kunjungan kali ini, Muhammad Toha juga mengajak 17 anggota Komisi V DPR RI bersama perwakilan dari Kementerian Perhubungan, BASARNAS, BMKG dan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum. Selain Underpass Makamhaji, sidak juga dilaksanakan diproses pembangunan Flyover Palur.
Baca juga:
Underpass Solo-Sukoharjo senilai Rp 27 M hancur, diduga ada korupsi
Banjir di underpass Solo-Sukoharjo diduga akibat sabotase
Underpass ditutup warga, wali kota Solo salahkan Bupati Sukoharjo