KNKT Sebut AOA Lion Air Bermasalah Tapi Tidak Diganti Baru, Hanya Diperbaiki
Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKT), Ony Suryo Wibowo mengatakan, alat sensor Angle Of Attack (AOA) yang berada di Pesawat Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT610 bermasalah dalam empat penerbangan pesawat. AOA itu hanya diperbaiki dan bukan sparepart baru.
Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKT), Ony Suryo Wibowo mengatakan, alat sensor Angle Of Attack (AOA) yang berada di Pesawat Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT610 bermasalah dalam empat penerbangan pesawat. AOA itu hanya diperbaiki dan bukan sparepart baru.
"Sudah diperbaiki, bukan sparepart baru dari pabrikan. Tapi perbaikan dalam dunia penerbangan ada prosedur yang sangat ketat. Setelah selesai dia harus diuji, dikalibrasi, kemudian ada sertifikatnya," kata Ony di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).
"Kalau enggak ada sertifikatnya, barang baru sekalian, barang tak boleh dipakai. Begitu pun kebalikannya, barang sudah direpair, apapun bentuknya, dengan sertifikat yang valid, sah digunakan di pesawat," sambungnya.
AOA adalah bagian dari sistem penunjuk kecepatan atau airspeed indicator. AOA berfungsi sebagai indikator penunjuk sikap atau attitude pesawat terhadap arah aliran udara.
Selain itu, AOA yang digunakan oleh Boeing 737-8 Max atau Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Kerawang, Bekasi, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018, meskipun sama dengan Boeing 800 NG tapi tetap tak bisa digunakan.
"Enggak bisa, paling tidak kami mencatat AOA ini sama dengan Boeing 800 NG, sama dengan Boeing 737-8 Max. Tapi enggak boleh yang lain. Jadi kalau komponennya sama tapi nomornya berbeda, tetap enggak boleh," jelasnya.
KNKT masih melakukan pelacakan karena sampai sekarang belum mengetahui rusaknya AOA milik Lion Air PK-LQP. Pihaknya membuka kemungkinan melakukan pengumpulan informasi ke Malaysia. Sebab, AOA ini juga dipakai di Malaysia.
"Belum tahu (rusaknya AOA), kita sedang lacak ke Lion, sedang kita minta. Karena barang ini selain dipakai Lion Air Indonesia, juga dipakai di Malaysia. Untuk itu kami bekerja sama dengan Malaysia untuk mendapat datanya," ungkapnya.
Baca juga:
KNKT Masih Pelajari Sistem Mesin Lion Air PK-LQP jatuh di Karawang
KNKT Tegaskan Lion Air PK-LQP Layak Terbang
KNKT Pastikan Lion Air PK LQP JT 610 Laik Terbang
Hotman Paris Ajak Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing di Amerika
Lion Air Tegaskan Pesawat PK-LQP Layak Terbang
Bantah Tidak Layak Terbang, Lion Air Akan Surati KNKT