KNKT Akan Berikan Pelatihan Tambahan Bagi Pilot Pesawat Boeing 737 Max 8
Jika dalam proses investigasi ditemukan hal yang tidak sesuai, penjelasan Boeing sangat diperlukan. Termasuk juga meminta berbagai dokumen terkait spek tertentu dalam pesawat. Dia memastikan tak akan ada intervensi pihak luar dalam investigasi ini.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan memberikan pelatihan tambahan bagi pilot yang akan mengemudikan Boeing 737 Max 8. Mengingat, pesawat Lion Air JT 601 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10) lalu merupakan pesawat jenis baru itu.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pelatihan ini guna meningkatkan kapabilitas para pilot dalam mengoperasikan pesawat jenis baru tersebut. Sehingga akan ada pelatihan tambahan bagi para pilot.
"Jadi ada beberapa tambahan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan itu sangat positif dan saya apresiasi bahwa ada tambahan training yang diharuskan pada pilot-pilot yang menerbangkan pesawat Boeing 737 max 8 ini," katanya di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (12/11).
Diketahui saat ini 11 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang beroperasi di Indonesia. Ada dua maskapai yang mengoperasikan pesawat jenis ini yaitu Lion Air sebanyak 10 unit dan satu unit milik maskapai Garuda Indonesia.
Terkait investigasi kecelakaan Lion Air yang menewaskan 189 orang itu, Soerjanto mengatakan sampai hari ini pihaknya terus mengadakan diskusi tertutup dengan pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.
Investigasi juga melibatkan pihak Boeing dan KNKT Amerika Serikat serta lembaga di Amerika yang memberi sertifikasi untuk pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tersebut.
"Mereka wajib membantu KNKT, tidak ada intervensi, tidak ada apa-apa. Peran Boeing ini sangat penting di dalam membikin komputer-komputer di dalam pesawat itu kan mereka. Karena kita tidak bisa mendapatkan dari tempat lain apa isi algoritma di dalam pesawat. Jadi mau tidak mau kita minta Boeing untuk bisa menjelaskan hal-hal yang dipertanyakan di dalam investigasi," paparnya.
Jika dalam proses investigasi ditemukan hal yang tidak sesuai, penjelasan Boeing sangat diperlukan. Termasuk juga meminta berbagai dokumen terkait spek tertentu dalam pesawat. Dia memastikan tak akan ada intervensi pihak luar dalam investigasi ini.
"Kemarin juga pesan dari presiden, biarkan KNKT bekerja sesuai dengan tugasnya. Sampai hari ini kami tetap independen untuk mengungkap kasus kecelakaan Lion Air," pungkasnya.
Baca juga:
KNKT Cari Strategi Temukan CVR Pesawat Lion Air JT 601
DVI Kembali Identifikasi Tiga Penumpang Lion Air, 107 Belum Diketahui
Hasil Investigasi Jatuhnya Lion Air JT 610 Bakal Dirilis Akhir November
Hak Korban Lion Air yang Gagal Dievakuasi Dilakukan Lewat Pengadilan
Evakuasi Korban Lion Air Dihentikan, RS Polri Terima 666 Bagian Tubuh