LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah lift pertama Indonesia di Gedung Jiwasraya Semarang

Bentuk lift masih terlihat asli. Hanya saja besi-besinya sudah berkarat.

2015-01-21 10:01:00
KELILING INDONESIA
Advertisement

Kota Lama di Semarang Jawa Tengah menyimpan banyak sejarah. Seperti Gedung Jiwasraya. Di dalam gedung tiga lantai tersebut masih tersimpan sebuah lift yang dulu digunakan oleh orang Belanda. Dalam catatan sejarah, lift itu tercatat sebagai lift pertama di Indonesia.

Saat tim merdeka.com dan Portrait of Indonesia, Selasa (20/1) menyambangi gedung tersebut, lift itu masih ada. Namun lift sudah tak berfungsi.

Bentuk lift masih terlihat asli. Hanya saja besi-besinya sudah berkarat. Untuk lantai lift terbuat dari kayu. Di dinding lift masih terlihat jelas perusahaan pembuat lift yaitu Otis Elevator Company. Sedangkan panel untuk pengoperasian lift sudah rusak.

Menurut Ketua Conservation Institute Ertim, Khrisna, tidak ada catatan kapan lift itu dipasang. Namun dia menyakini lift itu adalah yang pertama ada di Indonesia. "Kemungkinan besar lift dipasang saat bangunan ini dibangun. Bangunan ini relatif baru jika dibandingkan dengan bangunan lain di Kota Lama," kata Khrisna.


Jika dilihat sejarah bangunan berdiri, lift di Gedung Jiwasraya ini sudah ada sejak zaman Belanda. Dulu gedung ini bernama De Nederlands Indies Leensverzekering dan Lifrente Maatschappij. Perusahaan ini bergerak di bidang Asuransi Jiwa Hindia Belanda dan Tunjangan Hidup pada 1916.

Namun Pada tahun 1957 perusahaan asuransi jiwa milik Belanda yang ada di Indonesia dinasionalisasi sejalan dengan program Indonesianisasi perekonomian Indonesia. Pada 17 Desember 1960 NILLMIJ van 1859 dinasionalisasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 1958 dengan merubah namanya menjadi PT Perusahaan Pertanggungan Djiwa Sedjahtera.

Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 214 tahun 1961, tanggal 1 Januari 1961, 9 perusahaan asuransi jiwa milik Belanda dengan inti NILLMIJ van 1859 dilebur menjadi Perusahaan Negara Asuransi Djiwa Eka Sedjahtera.

Seiring berjalannya waktu, sering kali ejaan nama asuransi jiwa berubah. Dan sampai namanya PT Asuransi Jiwasraya hingga sekarang.

Advertisement

Baca juga:
Kisah Ramlan, saksi beroperasinya stasiun pertama di Indonesia
Otis, mesin lift pertama dan tertua di Indonesia
Ada ayam petarung di Kota Lama harganya senilai mobil baru
Lokasi stasiun pertama di Indonesia tergilas permukiman warga
Bisnis arang dari menara Belanda, Kustini raup omzet Rp 30 juta
Tak terawat, menara buatan Belanda jadi tempat pengepul arang
Menara Syahbandar, saksi bisu masa kejayaan Pelabuhan Semarang

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.