Tak terawat, menara buatan Belanda jadi tempat pengepul arang
Merdeka.com - Banyak bangunan-bangunan peninggalan Belanda di Semarang tak terawat dengan baik. Salah satunya adalah menara pengawas perahu-perahu kecil yang hendak masuk ke Kota Semarang di Jalan Sleko.
Dulu pada awal 1900 an, pemerintah Belanda membangun sebuah menara namanya Uitkijk atau Lookout di sebuah pelabuhan kecil di Semarang. Menara itu fungsinya untuk melihat sekeliling kota dari puncak bangunan seperti yang ada di Batavia dan Surabaya.
Saat tim dari merdeka.com dan Portrait of Indonesia, Selasa (20/1) berkunjung ke menara tersebut, menara yang diperkirakan berusia 115 tahun itu sudah rusak parah. Sebagian besar tembok bangunan sudah rusak.
Lebih parahnya lagi, kayu-kayu jati yang digunakan untuk pintu dan jendela sudah raib. "Kayu-kayu dicuri sejak lama. Sebenarnya bangunannya masih kokoh, tapi karena tidak dirawat, jadi kumuh," kata Gino, warga sekitar menara.
Sisa-sisa jika menara itu adalah tempat vital masih terlihat. Di depan menara masih ada sungai, meski sudah tak terawat lagi. Sungai sudah dipenuhi enceng gondok dan kotor.
Padahal kala itu, di depan menara lalu lalang perahu kecil yang ingin berlabuh di Semarang. Menara itu juga sebagai bukti bahwa Semarang sudah menjadi kota berniaga.
Karena sekarang tak terurus, dalam setahun terakhir menara itu dijadikan tempat bagi pasangan Jasmadi dan Kustini menampung arang dari warga. Jumlahnya berkarung-karung arang dikumpulkan di dalam menara.
Arang-arang dari warga itu kemudian dipilah. Setelah itu arang dibungkus per kantong plastik kemudian dijual ke Pasar Johar Semarang.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya