LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketum Muhammadiyah sebut petani Indonesia masih alami kesulitan hidup

Ketum Muhammadiyah sebut petani Indonesia masih alami kesulitan hidup. Menurut dia, permasalahan pelik yang selalu menjadi penyebabnya adalah saat musim panen tiba mereka justru mengalami kerugian.

2018-03-17 18:34:00
Muhammadiyah
Advertisement

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haidar Nasir mengatakan, petani di Indonesia saat ini masih mengalami kesulitan dalam hidup. Menurut dia, permasalahan pelik yang selalu menjadi penyebabnya adalah saat musim panen tiba mereka justru mengalami kerugian.

"Petani di Indonesia ini masih merasakan kerugian. Saya ingin tidak ada lagi petani di Indonesia yang mengalami nasib seperti itu," ujar Haidar di sela-sela membuka Rakornas dan Rembug Tani Nasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Sabtu (17/3).

Sebagai contoh konkritnya, kata Haidar, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah saat ini mempelopori untuk memecahkan permasalahan tersebut. Yakni dengan cara memberi edukasi tentang pertanian dan peternakan di sejumlah tempat di Indonesia.

Advertisement

"Kami juga mengajak petani memaksimalkan panen mereka lewat pertanian produktif," katanya.

Untuk itu, lanjut Haidar, Muhammadiyah mengimbau pemerintah untuk membuat kebijakan yang pro ke petani. Sehingga cita-cita Indonesia menuju daulat pangan bisa semakin cepat terealisasi.

"Orang-orang bilang kalau orde baru itu buruk, padahal ada sisi positifnya. Di antaranya saat itu Indonesia daulat pangan. Justru setelah masa reformasi 18 tahun ini Indonesia dinilai banyak orang, hanya jalan di tempat. Kita ingin daulat pangan bisa kita capai lagi," katanya.

Advertisement

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin mengemukakan, penyelenggaraan rakornas tersebut penting untuk menguatkan sejumlah hal. Diantaranya fungsi kelembagaan dan manajemen. Menurut dia, keduanya harus berjalan dan dinamis. paparnya.

Lebih lanjut Yamin menuturkan, isu yang diangkat dalam kegiatan ini adalah jihad kedaulatan pangan. Diusia negeri ini yang terus bertambah, kedaulatan pangan menjadi penting untuk direalisasikan.

"Untuk ini harus ada konsolidasi dan sinergi dengan seluruh elemen. Ini amanah muktamar Muhammadiyah 2015 lalu," jelas Nurul.

MPM, masih menurut Yamin, harus beraktifitas secara strategis. Salah satunya dengan cara menjalin kerjasama dengan para petani di pedesaan. MPM, kata dia, harus memposisikan diri di masyarakat.

"Prinsipnya selama rakyat masih menderita tak ada kata istirahat," tandasnya.

Baca juga:
Program sejalan, Aisyiyah Jatim dukung Gus Ipul-Puti
Ketua DPR Bamsoet diangkat jadi warga Muhammadiyah
Anies diberi gelar pendekar kehormatan silat tapak suci putera pemuda Muhammadiyah
Muhammadiyah soal penyerangan Gereja Lidwina: Jangan terjebak opini dangkal
Revisi UU MD3 disahkan, ini pasal-pasal jadi sorotan
Muhammadiyah minta pelarangan miras dilakukan bertahap
Zulkifli Hasan: kalau Indonesia mau maju, copy paste saja Muhammadiyah

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.