LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketua KPPS Palembang Koma Tujuh Hari Sebelum Meninggal Dunia

Selamet Riyadi mengalami koma selama tujuh hari dan pada hari Selasa (23/4), Ketua KPPS 031 Kota Palembang ini akhirnya meninggal dunia.

2019-04-26 21:31:00
Petugas KPPS Meninggal
Advertisement

Duka masih menyelimuti pelaksana Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satunya karena meninggalnya Selamet Riyadi (67), Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 031 Kelurahan 21 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I Palembang.

Selamet Riyadi dikenal warga setempat sebagai sosok pemimpin yang baik. Dia menjabat sebagai Ketua RT 34 dan ketua masjid di tempat tinggalnya. Berpulangnya Ketua KPPS 031 Palembang ini dikarenakan kelelahan sehingga menyebabkan penyakit jantungnya kambuh. Selamet Riyadi meninggal dunia dua hari sebelum pencoblosan pada hari Rabu (17/4).

Heri, putera sulung Selamet Riyadi mengatakan sang ayah sangat bersemangat mempersiapkan Pemilu di kampungnya dan bekerja hingga larut malam.

Advertisement

"Hari Senin (15/4) sebelum pencoblosan, tiba-tiba ayah sakit. Kami langsung bawa ayah ke rumah sakit," ujarnya di rumah duka, Kamis (25/4/2019).

Selamet Riyadi mengalami koma selama tujuh hari dan pada hari Selasa (23/4), Ketua KPPS 031 Kota Palembang ini akhirnya meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan dan diagnosa dokter, kelelahan yang Slamet Riyadi alami memicu serangan jantung. Selain merasa capek, sebagian tubuh ayahnya tidak dapat digerakkan lagi.

Advertisement

"Kami sudah ikhlas dan berterimakasih karena banyaknya perhatian dari masyarakat dan pemerintah untuk ayah," katanya.

Raut kesedihan juga terpancar dari wajah Siti Asiah (66), istri Selamet Riyadi. Wanita paruh baya ini hanya sesekali menyeka air matanya, karena tak bisa menahan kesedihan kehilangan suaminya.

"Beliau sudah dimakamkan Selasa kemarin," katanya singkat.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menyambangi rumah duka. Dia menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menaruh perhatian besar atas warganya yang meninggal saat berjuang membantu kelancaran jalannya pemilu.

Terlebih Selamet Riyadi sudah banyak membantu warga dan Pemkot Palembang, untuk mengurus semua keperluan administrasi penduduk, saat menjabat sebagai ketua RT.

"Kemarin beliau bersemangat bergabung menjadi Ketua KPPS. Karena sangat bertanggungjawab akan tugasnya, membuat beliau tidak mempertimbangkan kesehatannya," ucapnya.

Pemkot Palembang juga sudah memberikan bantuan santunan kepada keluarga Selamet Riyadi. Dalam waktu dekat, Pemkot Palembang akan menganugerahkan penghargaan khusus kepada Slamet Riyadi yang sudah menjadi pahlawan pemilu.

"Sekarang yang terpenting kami sudah meminta dan mengimbau kepada semua pihak yang masih sibuk dalam tugasnya menjalankan pemilu, agar bisa meluangkan waktu khusus untuk istirahat. Harus menjaga kesehatan masing-masing," ujarnya.

Baca juga:
225 Petugas KPPS Meninggal, KPU Solo Gelar Salat Gaib
Punya Riwayat Sakit Liver, Anggota KPPS di Garut Kelelahan Hingga Meninggal
Sempat Muntah Darah karena Kelelahan, Ketua KPPS di Samarinda Meninggal
Data KPU: Petugas KPPS Meninggal Dunia Bertambah Menjadi 225 Jiwa
KPU: Jumlah KPPS Meninggal Dunia Bertambah Menjadi 225 Orang
KPU Kota Bekasi Minta Penghargaan dan Santunan Bagi KPPS Meninggal Dunia

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.