Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Punya Riwayat Sakit Liver, Anggota KPPS di Garut Kelelahan Hingga Meninggal

Punya Riwayat Sakit Liver, Anggota KPPS di Garut Kelelahan Hingga Meninggal Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Seorang anggota KPPS yang bertugas di wilayah Kecamatan Samarang, Hilal Ramdani (28), Kamis (26/4) malam meninggal dunia. Sebelumnya ia sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Slamet Garut usai menyelesaikan tugas penghitungan suara di TPSnya.

"Meninggal dunia sekitar pukul 23.30 WIB di ruang ICU RSUD dr Slamet Garut. Yang bersangkutan saat ini sudah dikebumikan, Jumat (26/4) bada subuh di tempat pemakaman umum Kampung Babakan Kiara, Desa Cintarasa, Kecamatan samarang, Kabupaten Garut," kata Kapolsek Samarang, Kompol Supian BJ, Jumat (26/4).

Supian menyebut bahwa Hilal menjadi anggota KPPS di TPS 11 Desa Cintarasa. Usai melakukan penghitungan di TPS-nya, diduga Hilal kelelahan dan jatuh pingsan.

"Hilal saat itu langsung dibawa ke rumah dan sempat diperiksa mantri juga diinfus di rumahnya dan diberi obat denfan diagnosa kolaps. Setelah dua hari mendapatkan perawatan ternyata kondisinya tidak membaik sehingga pada Jumat (19/4) dibawa ke RSUD dr Slamet untuk perawatan lebih lanjut," jelasnya.

Selain itu juga, kata Kapolsek, saat anggotanya menjenguk diketahui bahwa Hilal memiliki riwayat penyakit usus buntu dan liver. Setelah sejak Jumat dirawat, pada Senin (22/4) sempat hendak mendapatkan tindakan operasi usus buntu namun tidak jadi dilakukan.

kpps samarang hilal©2019 Merdeka.com/istimewa

Batalnya operasi tersebut karena terus menerus terjadi pendarahan dan informasinya terjadi pecah liver dan kondisinya pun kritis.

"Hilal lalu dibawa ke ruang ICU, dan di sana mendapatkan tranfusi darah sebanyak 5 labu. Namun Allah berkehendak lain, pada malamnya Hilal meninggal dunia," ucapnya.

Ketua KPU Garut Junaidin Basri, menyebut bahwa hingga hari ini jumlah petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia di Kabupaten Garut mencapai enam orang.

Keenam orang tersebut meninggal sebelum dan setelah hari H pencoblosan akibat kelelahan mengawal proses pemilu.

"Keenam orang yang meninggal tersebut terdiri dari dua petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dua orang Linmas dan dua orang pengawas pemilu tingkat desa. Tadi malam sahabat dan rekan kerja kami meninggal dunia, atas nama Hilal Ramdani," sebutnya.

Menurut Junaidin, sebelum Hilal, salah seorang anggota KPPS di Garut bernama Mahmudin (57) juga meninggal dunia diduga akibat kelelahan mengawal jalannya pemilu. Mahmudin meninggal tanggal 16 April, sehari sebelum hari H pencoblosan yang jabatannya anggota KPPS di TPS 5 Desa Mekarhurip, Kecamatan Sukawening.

Sementara itu, dua orang anggota pasukan pengamanan TPS dari Linmas juga diketahui meninggal. Mereka adalah Aja (82) anggota PAM TPS di Kampung Pasir Ekek, Ciburial, Kecamatan Leles yang meninggal pada 18 April 2019 dan Rosidin Rodiman (57), Linmas pengawal TPS di Kampung Cikadu, Desa Campaka, Malangbong yang meninggal tanggal 19 April 2019 lalu.

Data KPU, hingga Kamis (25/4), korban meninggal dunia mencapai 225 jiwa. "Data per 25 April pukul 18.00 WIB yang wafat 225, sakit 1.470. Total 1.695," ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz saat dikonfirmasi Kamis (25/4) malam.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP