Ketua DPR minta pemerintah mutakhirkan data penerima bansos
Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah segera membenahi data tentang penerima program bantuan sosial. Menurutnya, perbedaan data di antara instansi pemerintah membuat bansos berupa Program Keluarga Harapan (PKH), beras untuk warga sejahtera (rastra) ataupun bantuan pangan non-tunai (BPNT) tidak tepat sasaran.
Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah segera membenahi data tentang penerima program bantuan sosial (bansos). Menurutnya, perbedaan data di antara instansi pemerintah membuat bansos berupa Program Keluarga Harapan (PKH), beras untuk warga sejahtera (rastra) ataupun bantuan pangan non-tunai (BPNT) tidak tepat sasaran.
Bamsoet mengatakan, seyogianya ada koordinasi antara Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah tentang kalangan yang berhak menerima bansos. Menurutnya, harus ada pemutakhiran data penerima program prorakyat yang jadi andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.
"Lakukan pemutakhiran data bersama agar terdapat keseragaman data mengenai penerima bansos sehingga penyaluran bantuan sosial tepat sasaran," ujarnya, Jumat (10/8).
Politikus Golkar itu juga meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah mengerahkan aparatur di tingkat kelurahan untuk mendata warga secara berkala. Menurutnya, pendataan itu juga untuk memastikan penerima bansos sesuai dengan kriteria sebagai warga miskin.
"Melalui pendataan secara berkala akan diketahui warga yang dikategorikan miskin sesuai dengan kriteria penerima bantuan sosial dan setiap program bantuan dapat menggunakan satu sistem basis data yang sama," tuturnya.
Selain itu, Bamsoet juga mendorong Kemensos bersama instansi terkait untuk melakukan evaluasi atas penyaluran bantuan sosial selama ini. "Agar penyaluran bantuan sosial di tahap selanjutnya dapat lebih tepat sasaran," cetusnya.
Baca juga:
CORE: Kemiskinan tahun ini menurun karena lonjakan pemberian bansos
Pemerintah ancam tahan pemberian bansos jika keluarga penerima masih merokok
Mensos: Penyeleweng dana PKH di Jakarta Utara akan diproses hukum
Mensos temui korban penyelewengan dana Bansos
Menko Puan tambah 24 kabupaten penerima bantuan pangan non-tunai
Pemerintah hapus bantuan minyak dan gula untuk warga miskin dalam program BPNT