Ketimbang beli bus dari China, Ahok pilih rakit sendiri
Menurut Ahok, bus-bus Transjakarta tersebut akan menggunakan mesin dari Scania yang dirakit di dalam negeri.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan Pemerintah Provinsi DKI tidak akan melakukan pembelian bus-bus dari China. Dia memilih untuk merakit sendiri bus yang akan datang dengan menggandeng PT Astra Internasional.
Menurut Ahok , bus-bus Transjakarta tersebut akan menggunakan mesin dari Scania yang dirakit di dalam negeri. Harga bus buatan Swedia tersebut mencapai Rp 4,7 - 4,8 miliar per unit untuk jenis bus gandeng.
"Rakit dalam negeri di Astra. Kita mau menggunakan Scania yang bahannya aluminium. Jadi bisa dipakai 10-20 tahun, jatuhnya lebih murah," ujar Ahok di Balaikota, Rabu (05/3).
Namun, Ahok menegaskan pembelian bus Scania tersebut dalam tahap perencanaan. Pasalnya, Ahok masih harus melihat adanya pihak yang melakukan penyelewengan dalam pengadaan bus tersebut.
"Bisa saja kan kalau ada oknum yang main. Kalau itu terjadi, lebih baik tidak usah beli bus sampai tunggu perubahan. Misalnya, sampai tunggu sebagian DPRD diganti," kata dia.
Seperti diketahui, pengadaan bus Transjakarta diduga bermasalah. Lantaran, bus-bus yang didatangkan dari China mengalami kerusakan dan berkarat. Bahkan, Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) melaporkan adanya dugaan kecurangan dalam pengadaan bus tersebut. Kerugian negara dalam pengadaan tersebut sebesar Rp 3,8 miliar. KPK pun mengaku sedang menyelidiki proyek tersebut.
Baca juga:
KPK mulai selidiki kasus pengadaan bus BKTB
Ahok ngaku baru dengar merek bus Zhong Tong dan Wei Chai
Ahok samakan mental operator Transjakarta dengan Metromini
Jokowi: Bus Transjakarta terbakar ditutup-tutupi pengelola
Lagi, bus Transjakarta terbakar di Duren Tiga