Kesulitan Tracing, Pemkot Solo Minta Data Pasien Covid-19 Dibuka
Apalagi, dia menambahkan, dalam sehari seorang pasien bisa bertemu dengan banyak orang. Pertimbangan lainnya, dalam beberapa hari terakhir, ada lonjakan pasien terkonfirmasi yang signifikan di wilayah Solo Raya. Hal tersebut membuat tim gugus tugas kewalahan.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani mengaku, sering mengalami kesulitan saat melakukan tracing terhadap warga yang pernah kontak dengan pasien positif Corona. Untuk itu, pihaknya minta agar data pasien bisa dibuka.
"Kalau menurut saya, lebih baik data pasien itu dibuka saja. Sejauh ini kami kesulitan melakukan tracing. Siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien Covid-19," katanya, Kamis (23/4).
Apalagi, dia menambahkan, dalam sehari seorang pasien bisa bertemu dengan banyak orang. Pertimbangan lainnya, dalam beberapa hari terakhir, ada lonjakan pasien terkonfirmasi yang signifikan di wilayah Solo Raya. Hal tersebut membuat tim gugus tugas kewalahan.
Ahyani menyampaikan, sejak awal Pemkot Solo memang berniat untuk membuka data pasien. Baik terkait perincian nama, alamat, hingga riwayat perjalanan pasien. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan karena pemerintah pusat melarang.
"Kalau misalnya kita mau buka bisa saja. Tapi kan tidak mungkin, sebab ini terkaitnya undang-undang," keluhnya.
Menurutnya, hal preventif yang dilakukan oleh Pemkot Solo saat ini hanya memberitahukan lingkungan sekitarnya. Sehingga lingkungan sekitar bisa lebih waspada.
"Ya paling kita hanya kita beritahukan ke tetangga kanan kiri atau melalui RT dan RW," tutupnya.
Baca juga:
16 Pasien Sembuh Covid-19 di Sumatera Barat
Kendaraan Umum dan Pribadi Dilarang Melintas 24 April, Jalan Nasional Tak Ditutup
Wakil Wali Kota Palembang Temukan Isi Bantuan Sosial Dikurangi
Seorang Ibu Hamil 7 Bulan di Denpasar Positif Corona, Tertular dari Suami
Penularan Covid-19 di Sumsel Mayoritas Berasal dari Rumah Sakit dan Keluarga
Rakyat Turki Memulai Ramadan dengan Penerapan Jam Malam di 31 Provinsi