LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kesal tak dibayar tamu, PSK bongkar jaringan pelacuran belia

Si tamu pamit pergi cari makan, tetapi tak kunjung kembali. M yang kesal lantas membongkar jaringan dia.

2015-10-06 17:08:50
Prostitusi
Advertisement

Tidak hanya membongkar sindikat prostitusi online yang dilakoni ratusan pekerja seks komersil (PSK) dari kalangan mahasiswi alias 'ayam kampus', kali ini Polresta Pekanbaru menyibak tabir prostitusi gadis di bawah umur.

"Untuk kasus prostitusi gadis di bawah umur, polisi sudah memeriksa tiga orang, yakni S (15), G (17) dan M (17)," ujar Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono, Selasa (6/10).

Dijelaskan Putut, inisial S dan G diduga berperan sebagai penyalur ABG ke pria hidung belang, sementara korbannya adalah M. Awalnya bisnis lendir ini lancar, sebelum M melaporkannya ke polisi, Senin (5/10).

M melaporkan kasus ini ke polisi lantaran kesal, karena setelah menyerahkan tubuhnya ke pria yang memesan, dia tidak mendapat bayaran. Sebab, si pria kabur usai kencan dengannya. Pria hidung belang itu melarikan diri dengan alasan ingin membeli makan, dan tidak kembali ke kamar penginapan.

"Praktik ini terungkap saat saudari M tidak menerima bayaran atas jasanya melayani pria berinisial YP, di salah satu hotel di Pekanbaru," jelas Putut.

Putut menambahkan, baik S dan G, merupakan teman M. Sempat saat itu M mendatangi S dan G untuk meminta bayaran, namun keduanya tidak memberikan, karena si pemesan memang belum membayarnya.

Padahal saat itu keduanya menjanjikan M akan dibayar sebesar Rp 500 ribu, untuk sekali kencan dengan pria ini.

"Jadi M tak terima dan melaporkan keduanya ke polisi," kata Putut.

Hasil pengusutan dari keterangan mereka, gadis di bawah umur ini diduga sudah cukup lama dan sudah berkali-kali menjalankan bisnis lendir tersebut. 'Barang jajanan' mereka juga semuanya dari kalangan anak di bawah umur. ‎

Akibat ulahnya, mereka kini harus menjalani proses pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru.

"Kita masih akan kembangkan lagi dengan meminta keterangan mereka dan saksi-saksi, kira-kira peran mereka sebagai apa," pungkas Putut.

Baca juga:
Mucikari ratusan 'ayam kampus' di Pekanbaru diringkus di hotel
Tenar di klub malam Pekanbaru, Mucikari DN biasa dipanggil 'Papi'
Ada isu pramugari maskapai Teluk beri jasa seks di toilet pesawat
Polres Kota Yogya akan lacak admin-admin prostitusi online
Cerita miris istri jadi pelacur, suami jadi anjelo

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.