LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kronologi Choirul pukuli bayinya hingga masuk rumah sakit

Agus bercerita, awalnya bayinya itu terjatuh dari ayunan, sehingga terus menangis. "Awalnya jatuh dari ayunan dulu Pak, baru saya gendong. Tapi nangis terus," ujar Agus, yang punya banyak tato di badannya. Emosi karena melihat bayi 2 bulannya itu terus menangis, Agus kemudian memukuli bayinya.

2018-07-14 01:02:00
Penganiayaan Balita
Advertisement

Choirul Agus (25), seorang sopir angkot trayek A di Samarinda, Kalimantan Timur, mendekam di penjara usai menganiaya bayinya, MR (2 bulan). Akibat perbuatan kejam ayahnya, bayi malang itu kini dirawat di rumah sakit.

"Menyesal sekali Pak. Mau ketemu istri saya, kalau bisa sekali saja. Mohon betul Pak, mau minta maaf saja Pak," kata Agus mengawali perbincangan di Mapolsek Sungai Kunjang, Jalan Jakarta, Jumat (13/7).

Agus bercerita, awalnya bayinya itu terjatuh dari ayunan, sehingga terus menangis. "Awalnya jatuh dari ayunan dulu Pak, baru saya gendong. Tapi nangis terus," ujar Agus, yang punya banyak tato di badannya.

Advertisement

Emosi karena melihat bayi 2 bulannya itu terus menangis, Agus kemudian memukuli bayinya. "Masih nangis, ya pahanya saya pukul," ujarnya.

Pukulan berulang kali oleh Agus membuat bayinya terus menangis. "Saya jengkel, kemudian saya kasih ke mamaknya (istrinya). Kemudian saya tidur lagi," tambah Agus.

Belakangan, badan bayinya menjadi demam dan rewel. Peristiwa itu juga diketahui tetangga. "Bilang orang situ mungkin karena dipukul, saya heran. Bilang tetangga ada darah beku di kepala belakang anak saya," ungkap Agus.

Advertisement

"Tidak ada memar kok Pak. Ya karena awalnya jatuh saja dan nangis terus. Ada benjol di belakang kepala anak saya. Begitu digendong mamaknya, kata tetangga oh ada darah beku," jelasnya lagi.

Khawatir dengan kondisi bayi laki-lakinya, ibunya langsung membawa ke rumah sakit hingga harus rawat inap sampai sekarang. Tak terima anaknya menjadi korban kekerasan ayahnya, sang istri langsung melaporkan suaminya ke Polsek Sungai Kunjang.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Ipda Suyatno, menyebut ibu korban melapor Rabu (11/7) dan sore harinya Agus ditangkap. Peristiwa itu terjadi 3 Juli 2018 lalu. "Korban dianiaya bapak kandungnya. Sementara sejauh ini, tidak ada masalah rumah tangga. Hanya karena emosi lihat anaknya menangis terus," kata Suyatno.

Dalam catatan kepolisian, Choirul Agus merupakan residivis kasus pengeroyokan. Dia divonis 7 tahun penjara, dan bebas belum lama ini.

Baca juga:
Tak tahan dengar tangisan, Agus pukuli bayinya hingga masuk rumah sakit
Ke polisi, ayah tiri aniaya balita di Depok ngaku cuma menyentil hidung
Balita di Depok luka lebam dan patah tulang hidung usai dianiaya ayah tiri
Seorang pria tega tinggalkan bayi berusia 2 bulan di dalam laci lemari
Berdalih Jengkel, ayah tiri di Surabaya jotos anaknya hingga tewas
Acara pembaptisan, Pastur dua kali tampar bayi agar berhenti menangis
Kesal mata dicolok saat main bareng, ABG di Muba nekat bunuh balita

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.