LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kesaksian penggali kubur saat Mozes Gatutkaca dimakamkan

Di hari pemakaman, Basri baru menyaksikan untuk pertama kalinya ribuan pelayat memadati area pemakaman umum Cungkuk, Yogyakarta. Gatut tewas dalam tragedi kerusuhan Mei 1998 di Yogyakarta. Namanya diabadikan sebagai salah satu jalan di Depok, Sleman.

2017-05-17 10:00:00
Tragedi Mei 98
Advertisement

Basri (62), warga Cungkuk, Soropadan, masih ingat betul bagaimana suasana pemakaman Mozes Gatutkaca. Ribuan orang, hadir dan memenuhi tempat pemakaman umum (TPU) Cungkuk.

Basri yang saat itu bertugas untuk menggali liang lahat Gatut, sapaan akrab Mozes Gatutkaca, sampai kesulitan masuk ke dalam area pemakaman karena banyaknya pelayat yang mengantarkan jenazah Gatut ke peristirahatan terakhir. Untuk sampai ke liang lahat Gatut yang ada di bagian belakang TPU Cungkuk, Basri harus berulang kali meminta izin kepada pelayat untuk lewat.

"Penuh sekali waktu itu. Yang datang banyak sekali. Ada yang mahasiswa, ada yang ormas pakai loreng-loreng terus pakai surban. Polisi juga banyak waktu itu. Pakai baju komplet," terang Basri, Sabtu (13/5).

Basri selain bertugas sebagai tukang gali kubur juga merupakan juru kunci di TPU Cungkuk. Sudah sejak tahun 1992, Basri kerap dimintai tolong untuk membantu membuat liang lahat di TPU Cungkuk.

"Sejak pertama membantu di TPU Cungkuk, baru pertama kali saya melihat jumlah pelayat yang begitu banyak hingga sampai area pemakaman penuh. Di luar tembok makam juga masih banyak pelayat. Lha mobil sama motor pelayat aja parkirnya sampai SD Soropadan (dari TPU Cungkuk hingga SD Soropadan berjarak kurang lebih 1 kilometer)," ujar Basri.

Basri menceritakan bahwa saat pemakaman, suara-suara teriakan dari pelayat sangatlah ramai. Sejak jenazah Gatut diturunkan dari mobil jenazah, teriakan sudah terdengar.

"Saat jenazah turun dari ambulan, pada rebutan ingin menggotong peti jenazah. Teriakan-teriakan terdengar ramai. Ada yang Allahu Akbar. Ada yang meminta pembunuhan Mozes diungkap. Ada yang teriak meminta petugas bertanggung jawab meninggalnya Mozes. Ada yang minta turunkan Pak Harto dan reformasi. Pokoknya seperti orang demo," pungkas Basri.

Baca juga:
Kehidupan pribadi Mozes Gatutkaca
Mengenang Mozes Gatutkaca, korban tragedi Mei 98 di Yogyakarta
Ribuan pelayat antarkan Mozes Gatutkaca ke peristirahatan terakhir
Nama jalan yang selalu dikenang

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.