Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kehidupan pribadi Mozes Gatutkaca

Kehidupan pribadi Mozes Gatutkaca Makam Mozes Gatutkaca. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - Mozes Gatutkaca lahir tanggal 13 November 1958. Gatut, sapaan akrab Mozes Gatutkaca, menghabiskan masa sekolahnya dari SMP hingga SMA di Cirebon. Gatut baru di Yogyakarta saat menjalani kuliah di Akprind, Yogyakarta.

"Gatut punya riwayat sakit asma. Sejak kecil asma. Makanya saat Gatut SMP, keluarga tinggal di Bandung karena ayah pindah tugas, Gatut justru tinggal di Cirebon. Iklim Bandung yang dingin dan lembab, tidak cocok untuk Gatut yang memiliki asma," ujar kakak pertama Gatut, Tini, Jumat (12/5).

Tini menceritakan bahwa Gatut merupakan orang yang tertutup. Bahkan, lanjut Tini, dengan sang ibu, Gatut pun juga tertutup. Gatut tak banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya kepada keluarga.

"Meskipun tertutup orangnya tetapi sebenarnya Gatut suka bercanda. Kalau sama keluarga dan teman juga biasa bercanda tapi memang jarang cerita tentang kehidupannya. Saat meninggal, Gatut berumur hampir 40 tahun dan belum berkeluarga. Selama itu, Gatut tak pernah cerita memiliki teman khusus," ucap Tini.

Tini menceritakan bahwa semasa hidupnya, Gatut tak pernah terlibat dalam kegiatan politik ataupun mengikuti organisasi politik. Gatut, lanjut Tini lebih banyak berkegiatan sosial dengan teman-temannya.

"Gatut suka ikut kegiatan outdoor bareng teman-temannya. Sering naik gunung dan pernah cerita kalau dia ikut kegiatan SAR. Selain itu Gatut juga suka main ganthole. Beberapa kali dia cerita tentang aktivitasnya bermain ganthole," papar Tini.

Selain ikut kegiatan sosial seperti SAR, Gatut juga aktif dalam kegiatan radio amatir atau istilahnya "break-breakan". Di sekitar rumahnya yang ada di Gang Brojolamatan nomor 6A, Mrican, Sleman, Gatut juga dikenal oleh para tetangga karena sering ngbreak lewat radio amatir.

"Kalau olahraga, Gatut ikut olahraga pernapasan Merpati Putih. Ikut sudah sejak lama. Mungkin Gatut ikut itu untuk mengatasi penyakit asmanya. Karena sejak ikut Merpati Putih itu jarang ada keluhan dari Gatut tentang penyakitnya," terang Tini.

Tini mengenang bahwa pertemuan terakhirnya dengan sang adik terjadi sebulan sebelum meninggalnya Gatut. Saat itu, anak pertama Tini berulang tahun di awal April. Gatut, kata Tini, sempat datang untuk ikut merayakan ulang tahun keponakannya.

"Waktu itu Gatut datang sendirian pakai motor. Ya sempat bercanda sama anak saya dan saya. Setelah itu pulang. Kemudian tanggal 9 Mei dini hari pukul 02.00 WIB tiba-tiba saya dapat kabar kalau Gatut ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya ada di RS Panti Rapih," pungkas Tini.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP