LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kesaksian anak buah saat SBY perang di Timor Timur

"Waktu itu saya menjabat Kasi Logistik Batalyon 744. Pak SBY waktu itu Danyon," ujar Sakiyo.

2018-04-10 06:15:00
Susilo Bambang Yudhoyono
Advertisement

Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan bahwa pengabdiannya pada NKRI bukan hanya retorika belaka. SBY menceritakan dirinya pernah ikut berperang di Timor Timur (Timtim) demi membela NKRI.

Cerita SBY saat berperang di Timtim ini disampaikan saat berdialog dengan para petani dan masyarakat Sleman usai melakukan panen raya padi, Senin (9/4). SBY terkenang masa pengabdiannya di militer karena tak sengaja bertemu dengan Sakiyo, mantan rekannya berjuang di Timtim dalam acara dialog tersebut.

"Di sini hadir Pak Sakiyo, dulu pernah tugas bersama di Timtim (Timor Timur). Saya pernah lima tahun emban tugas bertempur di Timtim. Waktu kami tugas di sana Batalyon 744, naik-turun gunung. Alhamdulillah selamat," ujar SBY.

Advertisement

Ditemui terpisah, Sakiyo pun menceritakan sosok SBY semasa perang di Timtim. Kala itu SBY merupakan Komandon Batalyon (Danyon) sedangkan Sakiyo menjadi Kepala Seksi (Kasi) Logistik.

"Waktu itu saya menjabat Kasi Logistik Batalyon 744. Pak SBY waktu itu Danyon," ujar Sakiyo.

Sakiyo mengenang sosok SBY saat itu benar-benar turun membawa senjata ke medan perang. SBY, kata Sakiyo maju ke garis depan dan sempat terlibat perang di hutan.

Advertisement

"Pak SBY itu sosok yang tidak gampang menyerah dan berjiwa nasionalis. Pak SBY juga sangat dekat dengan anak buahnya," urai purnawirawan berpangkat Kapten ini.

Bapak tiga orang anak ini mengatakan sempat mengajukan pengunduran diri kepada SBY. Tetapi pengunduran dirinya ditolak. Sakiyo ingin mengundurkan diri karena merasa kurang mahir mengurus administrasi selama bertugas sebagai Kasi Logistik.

"Saya mau undur diri tapi tidak boleh. Ngurusi administrasi saya kurang pintar. Saya senang perang di hutan. Kelamaan di pos, badan saya jadi kurus, karena pikiran macam-macam, ngurusi kendaraan keluar masuk, logistik, sulit, banyak pasukan," tutur warga Madurejo, Prambanan, Sleman ini.

Meskipun sempat akrab dengan SBY semasa bertugas di Timtim tetapi Sakiyo mengaku tak pernah bertemu dengan SBY setelah menjadi Presiden RI. Pertemuan di acara Panen Raya di Sleman menjadi pertemuan pertamanya dengan SBY.

"Senang bisa bertemu Pak SBY. Seingat saya baru pertama kali ini bertemu lagi," tutup pria berusia 71 tahun ini.

Baca juga:
Gibran beri 'lampu hijau' AHY jadi cawapres Jokowi
Bawaslu DIY kritisi spanduk dan baliho Demokrat di acara panen padi SBY
SBY mengaku tak cuma teriak nasionalisme, tapi sudah perang demi NKRI
AHY santap Markobar bersama Gibran di Solo
Panen raya di Sleman, SBY sebut petani pekerjaan mulia
Turun ke sawah, SBY dicurhati buruknya kualitas raskin

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.