LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kerja keras puluhan tahun Soeharto hancur dihantam krisis moneter

Ketika itu, Indonesia dinilai lebih siap menghadapi krisis moneter ketimbang Thailand. Namun lain kenyataannya.

2015-08-29 10:15:00
Krisis ekonomi
Advertisement

Awan mendung masih menyelimuti perekonomian Indonesia menyusul anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga tembus Rp 14.011 per USD.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi itu mengingatkan pada krisis moneter yang menghantam dunia pada 1998 silam. Pelemahan ekonomi saat itu dipicu krisis moneter yang menghantam Thailand pada pertengahan 1997.

Tak ada yang menyangka efek krisis regional akan separah itu menghantam Indonesia. Apalagi ketika itu, Indonesia dinilai lebih siap menghadapi krisis moneter ketimbang Thailand.

Namun, pada Agustus 1997 pemerintah membuat keputusan drastis seperti; pengalihan dana BUMN dari bank-bank komersil ke SBI dan menaikkan tingkat suku bunga SBI yakni 30 persen untuk satu bulan dan 28 persen untuk tiga bulan.

Sayangnya kebijakan pemerintah ini malah membuat persepsi negatif pasar sehingga memicu pembelian dolar AS secara masif. Sampai akhirnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus merosot hingga tembus Rp 3.100 per USD atau terdepresiasi hingga 32 persen sejak Januari 1997.

Sampai akhir 1997, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik turun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus meluncur hingga capai Rp 17.000 per USD pada 22 Januari 1998.

Landasan perekonomian Indonesia hancur lebur. Tercatat, pada dasawarsa pertama pemerintahan rezim orde baru (1971-1981), ekonomi nasional terus menunjukkan geliat yang mengesankan dengan selalu berada di atas 5 persen per tahun. Kondisi ekonomi yang sehat itu ditopang beberapa faktor seperti penjualan minyak dan sektor non migas lainnya yang digalakkan sejak awal 1980-an.

Bukan cuma pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi saja yang menunjukkan perkembangan mengesankan. Bahkan pada 1993, jumlah penduduk yang mencapai 27 juta jiwa sekitar 15 persen warga miskin diklaim berkurang. Penurunan itu mengacu pada 1970 warga miskin yang mencapai 60 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Memasuki 1990-an, pertumbuhan ekonomi Indonesia diklaim mencapai 7 persen. Ketika itu pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk dalam pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Bahkan hingga Februari 1998, salah satu ekonom dari AS, Joseph Stiglitz menyatakan di zaman Soeharto program pengentasan kemiskinan berhasil dengan baik dari 64 persen selama 20 tahun sejak 1975-1995.

Bahkan World Bank menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa ekonomi tertinggi di Asia. Namun setelah hantaman krisis moneter pada pertengahan 1998 itu perekonomian Indonesia terus merosot.

Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 17.000 membuat pasar uang dan modal rontok. Ratusan perusahaan baik skala kecil dan besar bertumbangan. PHK tak terelakkan. Ratusan ribu orang menjadi pengangguran. Krisis moneter 1998 itu hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi Indonesia.

Kenapa bisa terjadi seperti itu? Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky menilai salah satu penyebabnya adalah saat Indonesia mulai mengembangkan industri. Selama puluhan tahun sebelumnya, Indonesia fokus membangun pertanian hingga bisa menerapkan swasembada pangan.

"Industrialisasi itu bukan ciri negara agraris. Bicara industri berarti bicara modal, utang luar negeri untuk bahan baku dan sebagainya," kata Yanuar kepada merdeka.com.

Kesalahan itu tak fatal jika tak ada kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Sejumlah pihak mendapat kemewahan untuk fasilitas kredit perbankan.

"Proyek Orba itu dari pemerintah pelaksananya adalah para konglomerat. Ada KKN di pembiayaan perbankan," bebernya.

Maka ketika badai moneter menghantam Indonesia, besar efeknya. Para pemilik modal yang berutang keluar negeri kesulitan membayar utang. Perbankan pailit hingga disebut krisis moneter.

Kerja keras puluhan tahun Pak Harto dari Pelita I pun nyaris tak bersisa dihantam krisis moneter.

Baca juga:
Video: Krisis ekonomi 2015 bakal lebih dirasakan rakyat kecil
Luhut sebut IMF buat masalah di Indonesia pada 1998
Kisah banyak orang jadi gila saat krisis moneter 1998
Ketika krismon 1998 dipelesetkan jadi' Krisdayanti Montok'

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.