Ketika krismon 1998 dipelesetkan jadi' Krisdayanti Montok'
Merdeka.com - Pahit getirnya krisis moneter (krismon) 1998 tak cuma mencatat kisah tragis. Ada juga hal-hal lucu yang dikenang sampai sekarang.
Salah satunya adalah singkatan 'krismon'. Harusnya akronim 'krisis moneter' tapi saat 1998 dipelesetkan menjadi 'Krisdayanti Montok'.
Istilah ini sangat populer. Mungkin jadi guyon penawar di tengah himpitan krisis. Penyanyi Krisdayanti tahun 1998 memang sangat populer. Dia menjadi diva nomor satu di Indonesia.

"Pasti pernah dengar itu, pelesetan Krismon jadi Krisdayanti Montok. Tidak tahu siapa yang mulai, tapi tiba-tiba menyebar saja," kata Agus Wirawan (53), seorang warga Jakarta.
Dulu belum ada meme atau sosial media. Istilah krismon itu tersebar melalui perbincangan di kantor, kampus, sekolah hingga warung kopi.
"Kalau sekarang pasti dibuat meme seperti dollar turun kemarin," kata Agus.
Nah, Krisdayanti sendiri berkisah saat 1998 pendapatannya benar-benar terpuruk. Saat itu nyaris tak ada tawaran manggung. Dalam buku biografinya yang ditulis Alberthine Endah, Krisdayanti mengaku sampai kesulitan membeli susu untuk Aurel.
"Tak ada instansi yang berpikiran menggelar panggung saat negara sedang paceklik seperti itu. Proyek yang biasanya bermunculan juga tidak ada. Sementara Anang baru merintis bisnis radio yang penghasilannya belum tentu," kata Krisdayanti di buku My Life My Secret.
Untunglah saat itu album baru Krisdayanti yang berjudul 'Menghitung Hari' meledak di pasaran. Lagu tersebut sangat populer pada waktu itu. Krisdayanti pun kembali kebanjiran tawaran manggung. Hal ini terus berlangsung hingga Krismon berakhir.
Ternyata si 'Krismon' pun pernah kena dampak krismon. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya