Kera Putih turun gunung dianggap pertanda Gunung Agung bakal meletus
Hal itu banyak dituturkan oleh para tetua di Karangasem Bali. Salah satunya, Made Nyadeg (92) meyakini seperti saat tahun 1963 di mana saat itu kera putih memunculkan diri dan kemudian hanya dalam hitungan hampir sehari gunung langsung meletus.
Sejumlah satwa 'keluar' dari hutan di Gunung Agung yang dalam status awas. Namun, jika belum keluar kera putih, bisa dikatakan Gunung Agung masih 'diam'.
Hal itu banyak dituturkan oleh para tetua di Karangasem Bali. Salah satunya, Made Nyadeg (92) meyakini seperti saat tahun 1963 di mana saat itu kera putih memunculkan diri dan kemudian hanya dalam hitungan hampir sehari gunung langsung meletus.
"Tandanya sang wenara petak tedun (kera putih turun). Itu berati mau meletus. Dulu begitu wenara petak terlihat, saat itu pagi dan malam dini hari langsung meletus," kenangnya di pengungsian Gunung Agung di Denpasar, Jumat (29/).
Informasi yang diterima, kera putih berhasil diselamatkan saat turun dari gunung Agung. Namun karena liar pihak pecinta dan pelindung satwa membius dan ditempatkan di tempat aman.
Petugas pantau di Gunung Agung menyebutkan kera putih sudah aman dalam penanganan pihak JAAN (Jakarta Animal Aid Network) yang datang khusus ke Bali untuk menyelamatkan satwa liar di areal gunung Agung pasca ditetapkannya status awas.
Amank salah seorang staff JAAN memastikan kera putih itu dalam kondisi sudah 'dikarantinakan'. Dipastikan dia, kera tersebut bukan jenis albino.
"Kera biasa bukan albino. Besok kita tes medis sekalian lengkap dengan tea darah," singkatnya.
Baca juga:
PVMBG sebut tanda-tanda Gunung Agung akan meletus sudah terlihat
Warga zona rawan Gunung Agung pulang, bantuan menumpuk di pengungsian
Pengungsi Gunung Agung diajak berjualan pisang goreng
Posko pengungsian penuh, warga di luar radius 12 Km dari Gunung Agung diminta pulang
122.000 Warga sudah mengungsi ke zona aman Gunung Agung