Pengungsi Gunung Agung diajak berjualan pisang goreng
Merdeka.com - Banyak cara dilakukan untuk menghilangkan kepenatan warga selama di posko pengungsian Gunung Agung, Karangasem. Hampir setiap hari Wali Kota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengunjungi pengungsi di seluruh posko yang ada di wilayahnya.
Rai Mantra datang ke lokasi pengungsian untuk memberi dukungan moril sekaligus mengajak para pengungsi beraktivitas. Itu dilakukan agar para pengungsi tidak pasrah dengan kondisi yang dialami saat ini.
Terpantau di posko pengungsian eks Kantor Desa Pemecutan Kaja. Sebanyak 126 pengungsi diajak terlibat langsung menjaga kebersihan gedung tempat mereka mengungsi. Selain membersihkan ruangan dan memasak. Para pengungsi khususnya ibu-ibu pengungsi membuat canang (sarana sembahyang sehari-hari).

Walikota Rai Mantra juga mengajak pengungsi untuk produktif dengan berjualan canang, penjor, hingga berjualan pisang goreng.
"Langkah ini telah dilakukan di beberapa desa dan kelurahan yang memfasilitasi untuk mengajak para pengungsi produktif. Tujuannya agar mereka tidak jenuh," singkat Rai Mantra.
Dia juga mengingatkan petugas posko untuk aktif mengisi kegiatan yang menghibur anak-anak. Semisal mendongeng cerita Bali serta kegiatan menggambar atau mewarnai.
Di lokasi lain posko jalan Trijata, Desa Dangin Puri Kangin Denpasar, Rai Mantra menyapa lansia berusia 105 Tahun pengungsi dari Dusun Jungutan Kecamatan Bebandem, Karangasem.
Dia mengingatkan agar penanganan kesehatan lansia lebih efektif bila ditangani di Panti Jompo. Hanya saja hal ini harus dibicarakan ke pihak keluarganya yang turut serta ada di pengungsian. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya