Kepala proyek LRT Palembang siap digantung jika jalan tidak mulus
Menurut dia, perbaikan jalan di bawah jalur LRT sudah mulai dilakukan dan ditarget rampung Mei 2018.
Kepala Proyek Utama Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, Masudi Djauhari, siap digantung jika jalan di sekitar proyek tidak mulus usai kontruksi. Sementara progres pembangunan kereta ringan pertama di Indonesia itu mencapai 87 persen.
Statement Masudi ini menanggapi keluhan masyarakat karena kondisi jalan di sekitar proyek LRT rusak dan berlobang. Kondisi itu berbeda saat sebelum proyek pembangunan dimulai.
"Semua jalan rusak diperbaiki dan tidak ditambal sulam. Kalau tidak diperbaiki saya siap digantung," ungkap Masudi, Kamis (22/2).
Menurut dia, perbaikan jalan di bawah jalur LRT sudah mulai dilakukan dan ditarget rampung Mei 2018. Hanya saja, beberapa zona mengalami kendala seperti adanya proyek galian jalan oleh PLN.
"Akan kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar perbaikan jalan bisa maksimal sesuai target. April atau Mei nanti jalan sudah mulus," ujarnya.
Dia menambahkan, saat ini progres pembangunannya telah mencapai 87 persen. Kontraktor tengah memasang rel sepanjang 43 kilometer dari total 46 km, kiri kanan. Lalu, memasang wessel, third rail, dan finishing stasiun.
"Tinggal tiga kilo lagi, Insyaallah akhir bulan ini sudah terpasang," pungkasnya.
Baca juga:
Anies sebut Menteri Basuki izinkan proyek pembangunan LRT jalan terus
Proyek LRT dan Tol Becakayu dihentikan sementara usai girder ambruk
Menhub Budi sebut pembangunan LRT paling terdampak moratorium proyek melayang
Proyek infrastruktur melayang di moratorium, pekerja sibuk kerjakan bagian bawah
Moratorium proyek infrastruktur elevated, Anies harap pengerjaan LRT tetap jalan
Menhub Budi targetkan 60 persen warga beraktivitas di DKI pakai transportasi umum