LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kepala operasi Tinombala sebut kelompok Santoso mulai terpecah

Kelompok itu merasa sudah tidak sejalan dengan pemikiran Santoso.

2016-03-24 23:02:00
Teroris Santoso
Advertisement

SH alias brother salah satu anggota kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso melarikan diri dari persembunyian. Dia melarikan diri karena merasa tidak sejalan lagi dengan kelompok teroris tersebut.

"Jadi mereka ini sudah tidak kuat lagi namanya manusia punya keterbatasan, mungkin dai sudah tak kuat dan ajaran-ajaran dari Santoso sudah tidak lagi sesuai dengan apa yang mereka perjuangkan karena itu dia memisahkan diri," kata Kepala operasi Tinombala Kombes Leo Bona Lubis saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (24/3).

Leo Bona mengatakan selain SH, sebelumnya pada bulan Februari lalu polisi juga menangkap anggota Santoso karena memisahkan diri dari kelompoknya.

"Kalau selain SH alias brother di bulan Februari juga ada satu orang tapi kalau yang kemarin itu dia tidak menyerahkan diri. Dia ditangkap memisahkan diri dari kelompoknya," ujarnya.

"Nah kalo yang di bulan Februari dia melarikan diri dari kelompoknya tapi kena tangkap oleh petugas kita di pos sekat, saat itu kita razia kendaraan nah dia ada di dalam kendaraan kita tangkap dia di situ,bahkan dia katanya mengancam pemilik kendaraan," tambah dia.

Kendati begitu, untuk pemeriksaan sementara, polisi menduga brother melarikan diri lantaran kelaparan. Dia berpisah untuk mencari makan ke gubuk-gubuk warga di sekitar tempat persembunyiannya.

"Yang kemarin itu, pada saat dia mungkin dia sudah enggak kuat kelaparan nah dia memisahkan diri dari kelompoknya untuk cari makan. Nah berdasarkan informasi dari masyarakat kita langsung bertindak ke sana, nah kita tangkap dia di situ," terangnya.

"Jadi posisinya kita tangkap bukan menyerahkan diri. Enggak ada mereka menyerahkan diri karena fatwanya santoso itu bunuh," tambah dia.

Leo Bona kembali menegaskan jika brother ditangkap bukan karena menyerahkan diri. Hanya saja, dijelaskan dia dari hasil pemeriksaan sementara brother mengaku sudah merasa tidak sejalan dengan ajaran Santoso.

"Iya pertama karena sudah tidak kuat dengan kondisi dikepung, kedua hasil dari intograsi terhadap mereka, mereka merasa sudah ada yang tidak benar dengan ajaran dari Santoso. Seperti Santoso sekarang bawa istrinya dia, kasihan mereka jadi pengantin terus," pungkas Leo Bona.

Baca juga:
5 Wartawan asing diusir di Poso karena hanya izin liputan di Aceh
Komisi III DPR minta Amerika tak diberi ruang ikut buru Santoso
Anggota DPR yakin Santoso mudah ditangkap jika Kopassus dilibatkan
Ketua DPR anggap wajar jika Santoso dikategorikan teroris global
Perang lawan Santoso memang sulit, tapi Luhut tak butuh bantuan AS
Santoso masuk daftar teroris global buruan Amerika Serikat
2 Orang kelompok teroris yang tewas di Poso warga Bima dan Uighur

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.