LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kepala BKN Klaim Tes Pegawai KPK Beda dengan Seleksi CPNS

Bima menjelaskan assesment atau tes wawancara dilakukan oleh Dinas Psikologi AD untuk wawasan kebangsaan. Kemudian untuk Asesor interview dilakukan dari BAIS, BNPT dan Pusat Intelijen Angkatan Darat (PusintelAD).

2021-05-05 13:58:02
KPK
Advertisement

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan tes peralihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbeda dengan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dia menjelaskan dalam level CPNS Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) juga terdapat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

"Kalau ASN lain levelnya CPNS jadi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam SKD sudah memadai. Ini levelnya langsung Deputi, Direktur dan lain-lain," kata Bima saat dihubungi merdeka.com,Rabu (5/5).

Sementara itu, diketahui Dalam Peraturan KPK No.1/2021 pada Bab 3 tentang Mekanisme Pengalihan dan Penyesuaian pada pasal 5 ayat 4 disebutkan bahwa selain menandatangani surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), untuk memenuhi syarat ayat (2) huruf b dilaksanakan asesmen tes wawasan kebangsaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama dengan BKN.

Advertisement

Bima menjelaskan assesment atau tes wawancara dilakukan oleh Dinas Psikologi AD untuk wawasan kebangsaan. Kemudian untuk Asesor interview dilakukan dari BAIS, BNPT dan Pusat Intelijen Angkatan Darat (PusintelAD).

"Karena mereka yang siap dengan asesor untuk wawancara 1.350-an orang," ungkapnya.

Bima juga menjelaskan tidak ada kekhususan dalam asesmen yang dilakukan untuk pegawai KPK. Sebab, menurut dia baru kali ini diadakan tes setingkat eslon bukan level CPNS.

Advertisement

"Bukan khusus, karena memang baru pertama kali ini diadakan untuk level atas (eselon) bukan entry level (CPNS)," bebernya.

Sementara itu dia juga menjelaskan alasan mengapa penyusun soal TWK menggunakan indeks moderasi (IMB) milik TNI AD. Sebab, IMB68 kata Bima sudah siap untuk dilaksanakan.

"Jadi tidak ada yang spesial, kenapa IMB68, karena saat itu test yang paling siap untuk dilaksanakan," ungkapnya.

Baca juga:
PKS: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Lucu dan Tak Terkait Kompetensi ASN
KPK Panggil Sekda Cimahi Terkait Suap Penyidik KPK Stepanus Robin
Tes Kebangsaan Pegawai KPK Dikabarkan Singgung Soal HTI, FPI hingga Terorisme
Kewenangan Beri Izin Sadap Dibatalkan MK, Dewas Harap Kinerja KPK Makin Baik
Demokrat: UU Direvisi, Pemberantasan Korupsi oleh KPK Tidak Surut
Kepala BKN Klaim Tes Pegawai KPK Beda dengan Seleksi CPNS

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.