Kepala BKN Klaim Tes Pegawai KPK Beda dengan Seleksi CPNS
Merdeka.com - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan tes peralihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbeda dengan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dia menjelaskan dalam level CPNS Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) juga terdapat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
"Kalau ASN lain levelnya CPNS jadi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam SKD sudah memadai. Ini levelnya langsung Deputi, Direktur dan lain-lain," kata Bima saat dihubungi merdeka.com,Rabu (5/5).
Sementara itu, diketahui Dalam Peraturan KPK No.1/2021 pada Bab 3 tentang Mekanisme Pengalihan dan Penyesuaian pada pasal 5 ayat 4 disebutkan bahwa selain menandatangani surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), untuk memenuhi syarat ayat (2) huruf b dilaksanakan asesmen tes wawasan kebangsaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama dengan BKN.
Bima menjelaskan assesment atau tes wawancara dilakukan oleh Dinas Psikologi AD untuk wawasan kebangsaan. Kemudian untuk Asesor interview dilakukan dari BAIS, BNPT dan Pusat Intelijen Angkatan Darat (PusintelAD).
"Karena mereka yang siap dengan asesor untuk wawancara 1.350-an orang," ungkapnya.
Bima juga menjelaskan tidak ada kekhususan dalam asesmen yang dilakukan untuk pegawai KPK. Sebab, menurut dia baru kali ini diadakan tes setingkat eslon bukan level CPNS.
"Bukan khusus, karena memang baru pertama kali ini diadakan untuk level atas (eselon) bukan entry level (CPNS)," bebernya.
Sementara itu dia juga menjelaskan alasan mengapa penyusun soal TWK menggunakan indeks moderasi (IMB) milik TNI AD. Sebab, IMB68 kata Bima sudah siap untuk dilaksanakan.
"Jadi tidak ada yang spesial, kenapa IMB68, karena saat itu test yang paling siap untuk dilaksanakan," ungkapnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya