LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemenkes: Segerakan Vaksinasi Tutup Celah Mutasi Virus Berkembang

Nadia menuturkan bahwa terjadinya gelombang ketiga COVID-19 yang saat ini dialami oleh beberapa negara lainnya, dikarenakan masih ada warga yang belum divaksin sehingga membuka sebuah celah untuk virus berkembang.

2021-12-01 15:53:08
Ingat Pesan Ibu
Advertisement

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan semua pihak perlu sesegera mungkin mengikuti vaksinasi COVID-19 untuk menutup celah mutasi virus SARS-CoV-2 semakin berkembang di Indonesia.

"Karena masih menyisakan kelompok sasaran yang belum mendapatkan vaksin, itulah yang menjadi celah virus tadi untuk menularkan dan berkembang di dalam masyarakat," kata Nadia dalam Dialog Rabu Utama bertajuk Kasus Turun Percepatan Vaksinasi Terus Berjalan yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (1/12).

Nadia menuturkan bahwa terjadinya gelombang ketiga COVID-19 yang saat ini dialami oleh beberapa negara lainnya, dikarenakan masih ada warga yang belum divaksin sehingga membuka sebuah celah untuk virus berkembang. Meskipun cakupan vaksinasi di negara-negara itu telah mencapai 50 hingga 60 persen.

Advertisement

Selain menyebabkan virus menjadi berkembang, celah tersebut mempercepat virus untuk menyebarkan infeksi kepada lebih banyak orang dan akan menghasilkan mutasi-mutasi virus baru untuk melakukan adaptasi diri dengan lingkungan sekitarnya.

"Maka itu menjadi penting bahwa saat ini kita menyegerakan saudara-saudara kita yang belum mendapatkan vaksinasi dosis satu, dosis kedua supaya tadi tidak ada celah tadi untuk si virus berkembang kemudian menyesuaikan dan menghasilkan varian baru," ujar dia.

Menanggapi perlunya vaksin booster saat ini, Nadia mengatakan pemberian vaksin booster belum diperlukan. Namun, hal terpenting yang harus diperhatikan saat ini adalah seluruh masyarakat yang menjadi sasaran pemerintah, bisa mendapatkan vaksin dosis lengkap.

Advertisement

Ia juga mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah membagikan vaksin COVID-19 pada orang-orang yang belum mengikuti vaksinasi di daerah dikarenakan ketersediaan yang terbatas.

Oleh sebab itu, masyarakat di daerah diimbau untuk tidak memilih-milih merek vaksin COVID-19 yang disediakan. Sehingga, diharapkan dapat secepat mungkin membentuk kekebalan kelompok melalui vaksin dosis lengkap tersebut.

"Yang jadi concern kita adalah ini penting untuk berbagi pada saudara-saudara kita yang belum divaksin. Karena ketersediaan vaksin ini terbatas, jadi yang paling baik ketersediaan vaksin yang terbatas ini adalah kita mencapai vaksinasi dosis lengkap tadi," tegas Nadia.

Baca juga:
Kemenkes Dorong Vaksinasi Daerah dengan Sasar Wilayah Plural
Pentagon akan Beri Penalti Bagi Pasukan Garda Nasional yang Ogah Divaksinasi
Pemerintah Wacanakan Vaksin Dua Kali Jadi Syarat Perjalanan Darat saat Nataru
Komnas: KIPI Akibat Vaksinasi Covid-19 Paling Banyak Non-serius
Pelaku Perjalanan Domestik saat Nataru Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin-Bebas Covid

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.