LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kemendikbud sebut full day school bantu guru penuhi jam wajib ngajar

Wacana ini menuai banyak kritik.

2016-08-09 17:05:46
Full Day School
Advertisement

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan langsung meluruskan wacana seharian di sekolah atau full day school, yang diwacanakan Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy. Seharian yang dimaksud tidak melulu belajar melainkan hanya kegiatan tambahan yang disebut co ekstrakulikuler.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pranata mengatakan, program co-ekstrakulikuler justru membantu guru memenuhi kewajiban mengajar selama 24 jam dalam satu minggu.

"Ini kesempatan untuk pemenuhan jam itu. Kalau guru masih kurang 24 jam, dengan adanya penambahan jam belajar kan justru ini kesempatan. Cuma tetap kita ekuivalensi-kan," kata Pranata saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).

Lebih lanjut Pranata mencontohkan, bila guru matematika yang memiliki kewajiban mengajar 24 jam dalam seminggu, tak perlu selalu mengajarkan pelajaran itu selama 24 jam. Selain mengajar matematika, guru itu bisa mengambil pelajaran karakter umum.

"Jadi 24 jam itu tidak dihabiskan untuk mengajar matematika, bisa dia mengajar karakter umum. Kita akan ekuivalensi-kan berapa jam yang bisa kita akui," ujar Pranata.

Dia mengklaim program co-ekstrakulikuler ini diterima baik oleh guru dan tenaga kependidikan lainnya.

"Intinya untuk pemenuhan 24 jam tidak perlu guru pontang panting lagi bisa dengan ekuivalensi. Tapi jangan berarti guru jadi kebanyakan ngajar pendidikan karakter saja, pendidikan pokoknya terbengkalai. Nah ini yang sedang kita rumuskan lagi," kata Pranata.

Baca juga:
UGM gelar kompetisi Sociopreneur Muda, untuk industri kreatif
Firna, anak pemulung asal Semarang akan dapat beasiswa sampai S3
Sekolah Pribadi tegaskan sudah putus kontrak dengan lembaga Turki
Otoriternya Erdogan sampai minta UIN & 9 sekolah ditutup paksa
Sekolah Pribadi Depok sebut tudingan keterkaitan Gulen adalah fitnah
Sekolah Fatih Bilingual di Aceh bantah terkait gerakan Gulen
Firna, anak pemulung yang lulusan cumlaude ingin bertemu Jokowi

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.