Kemendagri simpan e-KTP di gudang Bogor sejak 2011
Politikus PDIP ini menegaskan bahwa 6.000 e-KTP yang berceceran di jalan juga tak bisa digunakan lagi. Dia menjelaskan, e-KTP juga bisa rusak fisik dan data.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjelaskan KTP elektronik yang berada di Gudang Aset Kemendagri, Bogor, Jawa Barat disimpan sejak 8 tahun lalu. Sekitar 805 ribu e-KTP yang cacat tersebut juga berasal dari berbagai daerah.
"Di sini aja ini 8 tahun. Mulai 2011 Pengadaan 2010, 2011 mulai dicetak, yang rusak salah ketik, salah nomor, salah alamat disimpan di sini," katanya saat meninjau Gudang Aset Kemendagri di Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5).
Politikus PDIP ini menegaskan bahwa 6.000 e-KTP yang berceceran di jalan juga tak bisa digunakan lagi. Dia menjelaskan, e-KTP juga bisa rusak fisik dan data.
"Ada 2 jenis rusak fisik dan data. Misal anda udah cetak, sudah rekam data, dicetak di pusat, ternyata salah, saya ganti yang benar. Yang benar saya serahkan. Tidak saya bilang kemarin saya ketik salah. Kan yang dikasih yang benar," tutur Tjahjo.
"Kalau yang tercecer itu sudah dipotong kan nggak masalah. Orang kan nggak tahu ini rusak atau tidak. Salah ketik, salah alamat, salah tanggal lahir, NIK-nya salah," tandas Tjahjo.
Baca juga:
Mendagri tinjau gudang penyimpanan barang inventarisasi Kemendagri
Kemendagri jamin e-KTP di gudang Bogor tak bisa digunakan Pemilu
Pascainsiden e-KTP tercecer, Mendagri tinjau gudang penyimpanan di Bogor
Wapres JK minta masyarakat tak khawatir soal e-KTP tercecer
Melihat pemusnahan 800 ribu e-KTP
Tahun politik, e-KTP tercecer di jalan rawan dipolitisir