LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kelompok JAD Lampung Berencana Beraksi Bersamaan Gerakan People Power Pemilu

Kelompok JAD Lampung Berencana Beraksi Bersamaan Gerakan People Power Pemilu. Menurutnya, SL telah melakukan berbagai macam rencana serangan teror. Bahkan, pergerakan dari SL juga sudah dipantau pihak kepolisian sejak tahun 2014.

2019-05-06 20:33:00
Penangkapan Terduga Teroris
Advertisement

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, 8 tersangka teroris kelompok Jaringan Ansharut Daulah (JAD) Lampung akan melakukan aksi teror bersamaan dengan wacana people power yang digaungkan sejumlah elite politik. Dedi menjelaskan, SL (34) merupakan pemimpin kelompok JAD Lampung yang berencana membuat kerusuhan dengan adanya momentum ancaman people power saat Pemilu 2019.

"Dari hasil pemeriksaan tersangka yang pertama kali, si SL itu sebagai leadernya itu ngomong, kita momentum ada people power, ada kerusuhan massa yang ada di Jakarta, itu akan kita manfaatkan sebagai trigger," tutur Dedi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/5).

Menurutnya, SL telah melakukan berbagai macam rencana serangan teror. Bahkan, pergerakan dari SL juga sudah dipantau pihak kepolisian sejak tahun 2014.

Advertisement

Ia menjelaskan, JAD Lampung dilantik JAD Indonesia yang dipimpin Abdul Rahman. Pada November 2015, SL ikut pertemuan jaringan JAD di Malang, Jawa Timur. Saat itu, misi pertama dari pertemuan adalah melakukan aksi terorisme di Jakarta.

Hal itu lalu dilaksanakan dengan peristiwa Bom Thamrin pada 14 Januari 2016. Setelah itu, SL melarikan diri dengan kelompoknya.

"Mereka kembali beraksi pada 2017 saat kerusuhan yang di Mako Brimob, Depok. Selain itu, kelompok SL lainnya yang dari Lampung juga datang ke Jakarta untuk melakukan amaliah," jelasnya.

Advertisement

"Yang pertama Thamrin, yang kedua di Mako Brimob, yang ketiga ini. Yang ketiga memanfaatkan momentum-momentum ini. Pemilu ada kejadian, chaos," Dedi mengakhiri.

Dedi menambahkan, SL bersama anggota kelompoknya sempat melarikan diri ke Papua dan melakukan pelatihan serta membentuk dua sel jaringan teroris. "Kelompok pertama menuju Bekasi pada awal 2019 ini. Kelompok kedua akan bergabung ke Poso, Sulawesi Tengah," ujar Dedi.

Menurutnya, JAD Lampung yang dipimpin SL adalah jaringan terorisme yang terstruktur dan sangat kuat. Sumber dana pun didapat mereka dari perorangan.

Baca juga:
Tangkap 8 Teroris JAD Lampung, Polisi Sita Bom Rakitan
Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Kelompok JAD Lampung, 1 Tewas
Mabes Polri Beberkan Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi
Cerita Eko, Driver Ojek Online yang Sempat Gerebek dan Dibawa Densus 88
Teroris Ledakkan Diri di Jatiasih, Polisi Imbau Warga Peduli Terhadap Tetangga
Densus 88 Dobrak Kontrakan Pengemudi Ojek Online di Jatiasih

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.