LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kelelahan Kawal Rekap Suara Pemilu 2019, Saksi PDIP di Karawang Meninggal Dunia

Pihak keluarga berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Karawang serta pengurus DPC PDIP Karawang. Karena almarhum sudah berjuang menjadi saksi dalam pesta demokrasi di Pemilu serentak 2019.

2019-04-29 03:07:00
Pemilu 2019
Advertisement

Endin Jaenudin, warga Babakan Cianjur, RT 03 RW 33 Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, meninggal dunia. Endin merupakan seorang saksi dalam pemungutan suara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Karawang.

Pria 44 tahun itu, meninggal diduga akibat kelelahan, usai menjalankan tugas sebagai saksi partai di TPS 14.

Dari keterangan kakak Endin, Erik Koswara, almarhum sempat muntah darah karena sakit, Sabtu (27/4) sekitar pukul 24.00 WIB. Dia bahkan sempat dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Karawang, untuk mendapatkan perawatan medis.

Advertisement

"Setelah mendapatkan perawatan medis dari RSUD Karawang, Endin tidak terselamatkan sehingga menebuskan nafas terakhirnya pada pukul 07.00 WIB," kata Erik, Minggu (28/4).

Pihak keluarga berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Karawang serta pengurus DPC PDIP Karawang. Karena almarhum sudah berjuang menjadi saksi dalam pesta demokrasi di Pemilu serentak 2019.

"Harapannya ada perhatian dari partai maupun Pemkab Karawang," kata dia.

Advertisement

Kader PDIP Chataman mengatakan, petugas partai yang meninggal itu benar sebagai saksi PDIP dalam Pemilu serentak 17 April 2019. Dia pun membenarkan korban bertugas di TPS 14 Babakan Cianjur, Kelurahan Nagasari.

"Benar yang bersangkutan adalah petugas saksi partai di tempat pemungutan suara dan meninggal dunia di rumah sakit," katanya.

Dia juga mengatakan, sebelum meninggal, saksi partai itu menjalani rawat inap di rumah sakit selama 7 jam, setelah menjalankan tugasnya mulai dari pemungutan hingga perhitungan suara.

"Kemungkinan yang bersangkutan kelelahan setelah menjalankan tugas yang menguras tenaga dan pikiran sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kami berduka atas wafatnya pahlawan demokrasi ini," jelas Chataman.

Baca juga:
Sandiaga Soal Pertemuan Zulkifli Hasan dan Jokowi: Koalisi Kita Solid
Relawan Jokowi Gelar Sayembara, Temukan Kecurangan Pilpres 2019 Dapat Rp 100 M
Berbeda Dengan Prabowo, Sandiaga Tolak Hadiri Mayday
Tegaskan Demokrat Solid, Sandi Ngaku Rajin Komunikasi dengan AHY
Krisdayanti Optimis Capai Target 100 Ribu Suara di Dapil Malang Raya
Sandi Setuju Penghitungan Suara Pemilu 2019 Dihentikan Sementara
'Kita Harap Cara Berpikir Melemahkan KPU Disudahi'

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.