Kekurangan fasilitas dan SDM, BNNP Sulsel kesulitan berantas narkoba
Mardi menjelaskan, pemberantasan narkoba di tiga daerah darurat narkoba merupakan program untuk menyiasati keterbatasan di BNNP.
Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) menargetkan pada tahun 2018 akan memberantas peredaran narkoba di tiga daerah darurat narkoba di Sulawesi Selatan. Mengingat peredaran barang haram itu sangat mengkhawatirkan.
Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Polisi Mardi Rukmianto mengungkap, tiga daerah darurat narkoba tersebut adalah Kabupaten Sidrap, Parepare dan Pinrang.
"Tahun 2018, saya targetkan selesaikan tiga daerah tersebut," katanya di kantornya, Kamis (2/8).
Dalam memberantas narkoba di Sulsel, dia menjelaskan, pihaknya menemukan banyak kendala karena keterbatasan sarana dan prasarana, juga kekurangan SDM. Sehingga yang diprioritaskan adalah program.
Mardi menjelaskan, pemberantasan narkoba di tiga daerah darurat narkoba merupakan program untuk menyiasati keterbatasan di BNNP.
"Bayangkan di Sidrap itu, saat tim kami di sana menggelar kegiatan sosialisasi P4GN, sekitar pukul 08.00 WITA ditemukan anak usia 10 tahun bawa sabu seberat 10 gram. Katanya disuruh oleh seorang laki-laki yang menyebut sabu itu garam. Anak ini dibayar Rp 200 ribu satu kali mengantar," ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya saat ini juga gencar mensosialisasikan program P4GN atau Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Sayangnya, penyuluhan ini tidak mendapatkan respon positif dari pemerintah setempat.
"Bayangkan pejabat-pejabatnya yang diundang termasuk bupatinya tidak hadir dengan alasan bermacam-macam. Mereka semua diwakili. Sepertinya Sidrap ini resisten," tutup Mardi.
Baca juga:
Gerebek kampung narkoba di Medan, polisi ringkus 5 pria dan sita sabu
Polisi ringkus pemasok sabu untuk kelompok jambret Teluk Gong
Sebulan diintai, Kades Mauk ditangkap saat asyik pesta sabu
Petugas Lanud Atang Senjaya temukan 17 paket ganja di dalam kardus
Polres Jakbar musnahkan narkoba senilai Rp 20 miliar, milik 11 tersangka