LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat

Ratusan perempuan dari beragam latar belakang mulai dari aktivis, pekerja, buruh, hingga pelajar turun ke jalan. Mereka memperingati Hari Perempuan Internasional. Mereka menyuarakan desakan perlawanan atas kekerasan sistematis terhadap kaum perempuan.

2020-03-08 21:02:00
Kekerasan Pada Perempuan
Advertisement

Ratusan perempuan dari beragam latar belakang mulai dari aktivis, pekerja, buruh, hingga pelajar turun ke jalan. Mereka memperingati Hari Perempuan Internasional. Mereka menyuarakan desakan perlawanan atas kekerasan sistematis terhadap kaum perempuan.

"Lawan Patriarki," ujar salah seorang orator dalam teriakannya saat melakukan long march dari Jalan MH Thamrin menuju Taman Aspirasi Monas Jakarta Pusat, siang hari ini.

"Kami percaya bahwa kesetaraan, nirkekerasan, solidaritas, dan demokrasi adalah nilai dan prinsip yang harus ada untuk membangun kekuatan politik dan menghentikan kekerasan sistematis terhadap perempuan," ungkap Lini Zurlia, perwakilan massa aksi di lokasi.

Advertisement

Lini melanjutkan, sesuai dengan catatan akhir tahun Komisi Nasional Perempuan yang dirilis tahun ini, disebut bahwa 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia yang dilaporkan pada tahun 2019. Diketahui, angka ini naik 6 persen dari catatan Komnas Perempuan tahun sebelumnya.

Lini menambahkan lewat aksi ini, kelompok perempuan Indonesia juga memiliki enam tuntutan.

Pertama tuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan, kedua bangun sistem perlindungan komprehensif bagi perempuan. Ketiga, cabut kebijakan diskriminatif gender, keempat sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Kelima, tolak omnibus law, RKUHP, RUU Ketahanan Keluarga dan terakhir hentikan agenda pembangunan yang berpihak pada investor.

Advertisement

Salah satu peserta aksi, Nining menambahkan, massa juga menuntut pemerintah menuntaskan kasus kekerasan terhadap perempuan, membangun sistem perlindungan komprehensif bagi perempuan, dan cabut kebijakan diskriminatif gender.

Reporter: Muhammad Radityo dan Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Berteriak-teriak di Penjara, Suami Tusuk Istri di Serpong Diduga Terganggu Jiwanya
Kasus Kejahatan Pada Perempuan di 2019, KDRT Turun Namun Pemerkosaan Meningkat
Menko Mahfud Sebut 20 Tahun Reformasi Banyak Langkah Maju Hapus Kekerasan Perempuan
Mahfud Sebut RUU PKS Bentuk Kehadiran Negara untuk Melindungi Perempuan
Menteri PPPA Terima 7 Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak Setiap Hari
Badan PBB Apresiasi Upaya Gojek Ciptakan Keamanan Perempuan di Ruang Publik

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.