LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kecam Densus 88, ormas di Solo konvoi datangi markas Polresta

Tindakan Densus dinilainya sebagai aksi brutal.

2014-01-03 16:58:26
Teroris Ciputat
Advertisement

Puluhan anggota ormas dan kelaskaran Islam di Solo, menggelar aksi demonstrasi, di Bundaran Gladag, Jumat (3/1). Selain berorasi mereka juga melakukan konvoi, menuju Mapolresta Solo, yang ada di Jalan Adi Sucipto, Manahan. Mereka mengecam keras tindakan Densus 88 Anti-Teror yang melakukan penggerebekan dan menembak mati 6 orang terduga teroris, dalam penggerebekan di Ciputat, Tangerang Selatan, 1 Januari lalu.

Peserta aksi menilai, apa yang dilakukan Densus sebagai tindakan yang telah melanggar hukum dan HAM.

Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Solo, Sholeh Ibrahim kembali mengecam keras tindakan represif Densus 88. Mereka menilai Densus 88 telah melakukan tindakan tanpa prosedur yang berlaku di kepolisian. Tindakan Densus dinilainya sebagai aksi brutal.

Menurut para demonstran, para terduga teroris tersebut, belum tentu bersalah. "Mereka baru dinyatakan sebagai terduga. Mereka itu belum tentu bersalah. Polisi seharusnya menghormati asas praduga tak bersalah. Apalagi belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.," katanya.

Menurut Sholeh, apa yang dilakukan Densus 88 telah melanggar Pasal 18 ayat 1 dan Pasal 32 ayat 2 UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM. Mereka juga menuduh Densus melanggar Pasal 16 ayat 2 Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Polri serta Pasal 6 ayat 1 UU No 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Konvenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik.

Persoalan lain yang juga diprotes pendemo adalah adanya barang bukti yang ditemukan Densus 88 di lokasi pengerebekan. Mereka tak yakin barang tersebut ada di lokasi saat penggerebekan.

Saat berorasi mereka juga mendesak DPR, Komnas HAM dan Kompolnas segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Polri. Selain itu mereka juga mengingatkan kepada Presiden tentang kemungkinan pihak-pihak asing yang bermain dalam aksi-aksi penyergapan terduga teroris tersebut.

Tak puas menggelar aksi di bundaran Gladag, puluhan massa menggeruduk Mapolresta Solo. Setiba di depan Mapolresta, mereka sudah dihadang oleh pasukan Dalmas. Di depan Mapolresta, mereka pun melakukan orasi, mengecam tindakan polisi. Namun aparat BrImob dan Dalmas bisa mengamankan aksi tersebut. Hingga aksi berakhir suasana yang sempat tegang pun berakhir. Puluhan massa pun segera membubarkan diri.

Baca juga:
Pen gun, senpi mini rakitan teroris Indonesia
Kapolri: Tembak mati terduga teroris sudah sesuai prosedur
Usai tes DNA, keluarga belum bisa lihat jenazah teroris Ciputat
Mabes Polri bantah sengaja tembak mati teroris Ciputat
Kritik aksi Densus 88, DPR minta teroris ditangkap hidup

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.