Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri: Tembak mati terduga teroris sudah sesuai prosedur

Kapolri: Tembak mati terduga teroris sudah sesuai prosedur Lokasi penggerebekan teroris di Tangsel. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kelompok terduga teroris terlibat baku tembak dengan petugas Densus 88 di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu dini hari kemarin. Enam orang berhasil dilumpuhkan petugas.

Kapolri Jenderal Sutarman mengaku sebenarnya tak ingin ada korban jiwa dalam setiap operasi penggerebekan teroris. Tapi situasi di lapangan terkadang menuntut anak buahnya terpaksa melepaskan tembakan.

"Kelompok terduga teroris berupaya melawan dengan tembakan api, maupun bom, maka tidak salah jika anggota Densus (Datasemen Khusus) 88 antiteror melakukan tindakan represif," kata Sutarman saat ditemui di Mapolda Jawa Timur bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Surabaya, Jumat (3/1).

Dia juga menegaskan, penembakan pdaa enam dari tujuh terduga teroris saat itu, sudah sesuai prosedur dan undang-undang. Dia menjelaskan, tindakan tembak mati dilakukan bila para terduga teroris itu membahayakan petugas dan orang lain.

"Ada salah satu anggota Densus 88 Antiteror yang kakinya tertembak saat berupaya menangkap para terduga teroris. Jadi semua sudah sesuai prosedur" jelas mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Seperti diketahui, saat perayaan malam pergantian tahun, anggota Datasemen 88 melakukan penggerebekan di salah satu rumah kontrakan terduga teroris di Jalan KH Dewantoro, Kelurahan Sawah, Ciputat.

Penangkapan para terduga teroris itu, berjalan hampir 10 jam lamanya. Satu orang tewas yang kemudian disusul lima orang yang berada di satu ruangan di sebuah rumah kontrakan tersebut. Semuanya tewas dalam drama baku tembak antara polisi dan para terduga teroris, hingga menyisakan satu orang (terduga teroris) yang selamat.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP