Kasus Saracen, Fadli Zon minta polisi jangan tebang pilih
Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pihak penyidik harus mengungkap siapa di balik kelompok Saracen agar tidak mengundang spekulasi dan fitnah. Dia juga mengatakan semua pihak harus terus mengawal kasus ini dan polisi tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pihak penyidik harus mengungkap siapa di balik kelompok Saracen agar tidak mengundang spekulasi dan fitnah. Dia juga mengatakan semua pihak harus terus mengawal kasus ini dan polisi tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.
"Inilah yang harus sama-sama kita kawal dan perhatikan," kata Fadli di Jakarta, Rabu (30/8).
Kemudian kata dia, kalau benar kelompok Saracen menjalankan bisnis jasa penyebaran hoax dan kebencian serta isu-isu terkait SARA, penegak hukum harus tegas dan segera menindak. Dia juga tidak ingin kasus Saracen ini akan berakhir dengan antiklimaks seperti kasus mafia beras.
Penyebaran hoax dan ujaran kebencian, lanjut Fadli, membuat kondisi perpolitikan semakin keruh selama lima tahun belakangan ini. Jika dibiarkan, hal itu bisa jadi bumerang bagi kehidupan kebangsaan kita yang plural dan majemuk.
Fadli mengingatkan harus ada upaya penegakan hukum yang tegas untuk mengatasinya dan tidak boleh ada tebang pilih di dalamnya.
"Ini adalah tantangan bagi Polri. Mereka harus menyadari posisinya jika Polri adalah alat negara, dan bukan alat kekuasaan. Untuk itu mereka tidak boleh menerapkan standar ganda dalam pengusutan kasus hoax, hate speech, dan SARA di media sosial," tutup dia.
Baca juga:
PKS sebut ujaran kebencian hancurkan bangsa dan negara
Polisi telusuri peran Rizal Kobar di kelompok Saracen
Ada 3 jenis kelompok dalam jaringan Saracen, ini strukturnya
Polda Metro buka posko pengaduan untuk korban saracen
DPR akan panggil Kapolri minta penjelasan kasus Saracen
MUI minta polisi usut penyandang dana kelompok Saracen