Kasus pesta bikini pasca UN, 8 kepsek dicecar polisi 16 pertanyaan
Sedianya pesta bikini itu digelar pada 25 April lalu di Hotel The Media, Gunung Sahari.
Polisi meminta keterangan pada sejumlah sekolah menengah atas (SMA) yang disebut ikut mendukung pesta bikini sebagai perayaan selesainya ujian nasional. Pesta bikini untuk siswa SMA yang digagas EO Divine Production sempat buat heboh beberapa waktu lalu.
Kepala Sekolah SMA 29 Jakarta, Ratna Budiarti mengungkapkan, kedatangan mewakili delapan dari sembilan sekolah dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan tadi, ada 16 pertanyaan yang diajukan penyidik.
"Pertanyaannya ya seputar di mana kejadian, apa saja yang kita ketahui, kenal kah dengan pihak penyelenggara, ya kurang lebih begitulah," ujar Ratna, Selasa (5/5).
Ratna mengungkapkan, mencegah hal ini terulang ke depannya, dia menyarankan pihak sekolah untuk mau memberikan keterangan agar polisi bisa menuntaskan kasus ini dengan cepat.
"Dan kami di sini hanya untuk dimintai keterangannya saja. Hanya itu saja," ujarnya.
Ratna terlihat hadir bersama 7 kepala sekolah lain yang merasa nama sekolahnya dicatut.
Sedianya pesta bikini itu digelar pada 25 April lalu di Hotel The Media, Gunung Sahari. Tapi karena ramai diperbincangkan, dan beberapa sekolah merasa namanya dicatut, akhirnya pesta yang digelar di kolam renang itu batal digelar.
Baca juga:
Kasus pesta bikini, Polda Metro periksa pihak sekolah
Sekolah cabut laporan asal EO pesta bikini minta maaf di media massa
Buntut undangan pesta bikini, sekolah polisikan Divine Production
KPAI tolak pesta bikini karena bisa buat anak SMA teler
Divine Production lepas tangan soal perizinan pesta bikini
Kuasa hukum EO Divine pertanyakan kegelisahan publik soal bikini
EO pesta bikini kerja sama dengan siswa jual tiket ke sekolah