Kasus Penipuan Umrah, Polisi Geledah dan Sita Barang Bukti di Kantor DAM Tour
Dari kantor yang sudah disegel polisi tersebut, penyidik mendapatkan sejumlah barang yang dibawa. Antara lain koper yang masih tersisa dan berkas.
Penyidik Polresta Depok melakukan penggeledahan di kantor Doa Arafah Madinah (DAM) Tour di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya Depok. Penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti terkait dugaan penipuan yang dilakukan Direktur PT DAMTour, Hambali Abbas (39).
Dari kantor yang sudah disegel polisi tersebut, penyidik mendapatkan sejumlah barang yang dibawa. Antara lain koper yang masih tersisa dan berkas.
Kapolresta Depok AKBP Pol Azis Adriansyah mengatakan, dari barang bukti tersebut digunakan pendalaman terkait dugaan penipuan yang dilakukan Hambali. Korban mencapai 200 orang jemaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci. PT DAMTour menawarkan paket perjalanan umroh dengan harga tertentu. Dengan paket yang ditawarkan, banyak calon jemaah yang tergiur dan mencicil.
"Hari ini kami menggeledah kantor PT. Damtour di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Cilodong bersama pelaku (Hambali Abbas)," katanya, Selasa (17/9).
Total kerugian dari kasus tersebut mencapai Rp4 miliar. Korbannya tidak hanya dari Depok saja tetapi ada di banyak wilayah. Bahkan ada korban yang berasal dari Lampung. "Korban PT. Damtour disarankan datang ke Polresta Depok untuk melaporkan dengan membawa bukti," imbaunya.
Hambali pun kini masih diperiksa intensif pihak penyidik. Dia dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan. "Pelakunya Direktur PT. Damtour bernama Hambali Abbas sudah kita amankan," paparnya.
Baca juga:
Tipu Ratusan Jemaah Umrah sejak 2011, Hambali Gelapkan Rp4 Miliar dan Kabur
Pemilik First Travel Janji Berangkatkan Jemaah Umrah Jika Aset Dikembalikan Jaksa
Pengacara Jemaah First Travel Minta Aset Andika Surachman Dikembalikan
Kawal Sidang Gugatan First Travel, Korban Kompak Pakai Kemeja Putih
Pengacara Sebut 5 Jemaah Korban First Travel Meninggal Dunia Diduga Tekanan Batin
3 Kali Andika Tak Hadir, Korban First Travel Ricuh di PN Depok