LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Novel tak tuntas bisa jadi batu ujian Jokowi

Kasus Novel tak tuntas bisa jadi batu ujian Jokowi. Kata Dahnil, memang sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Presiden. Sebab Presiden merupakan pendorong pemberantasan korupsi.

2017-12-27 14:32:30
Novel Baswedan disiram air keras
Advertisement

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kasus penyerangan pada Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan menjadi batu sandungan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab hingga kini pelaku penyerangan tersebut belum juga terungkap.

"Batu ujian Presiden. Karena di kasus ini kita menemukan siapa pelaku aktor motif dan itu kasus-kasus korupsi besar-besaran yang melibatkan para petinggi di negeri ini pemilik senjata di negeri ini," kata Dahnil dalam Diskusi catatan akhir tahun 2017: Satu Tahun Politik Anti Korupsi Pemerintahan Jokowi di di Gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).

Hal itu, kata Dahnil, memang sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Presiden. Sebab Presiden merupakan pendorong pemberantasan korupsi.

Advertisement

"Kenapa Presiden? Karena Presiden yang punya kuasa mendorong pemberantasan korupsi," ujarnya.

Dahnil menganggap kasus Novel terlalu lama untuk dituntaskan. Terlebih lagi para pimpinan KPK, kata Dahnil, tidak bersikap tegas terkait dengan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus yang menimpa sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

"Kasus Novel lama sekali dituntaskan. Sikap pimpinan KPK pun tidak jelas terkait TGPF. Bahkan dengan terang sebut TGPF tidak penting," ucapnya.

Advertisement

Sedangkan di tempat yang sama dengan Dahnil, mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar juga menyayangkan sikap pimpinan KPK yang menganggap pembentukan TGPF tidak diperlukan. Menurutnya sketsa wajah dari Kapolda Metro Jaya tidak bisa ditukar dengan kondisi mata Novel yang sakit hingga sekarang.

"Tetapi pasca ketemu Kapolda berubah lagi pernyataan saudara Agus bahwa TGPF dianggap tidak perlu. Hanya karena bawa sketsa dua," tandasnya.

Baca juga:
8 Bulan di Singapura, mata bagian putih Novel Baswedan belum maksimal
Polisi bandingkan kasus Novel dan bom di KBRI Paris, pelaku tak terungkap
Novel Baswedan maafkan pelaku yang menyiram air keras
Kisah Novel Baswedan kecil penakut, dewasa berantas korupsi hingga disiram air keras
Pertumbuhan selaput mata memburuk, Novel Baswedan kembali jalani operasi

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.