LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus kematian Siyono, ICW sebut anggota Densus 88 setara polsek

"Ini kan pasukan elit ya, tapi tindakannya katro."

2016-04-01 13:27:04
Teroris Siyono
Advertisement

Kematian terduga teroris Siyono yang diduga dilakukan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terus dipermasalahkan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut aparat Densus 88 bertindak bukan seperti pasukan khusus, melainkan seperti pasukan setara dengan anggota polsek.

"Ini kan pasukan elit ya, tapi tindakannya katro, kok tindakannya seperti tindakan polisi ungkap kasus curanmor, bonyok-bonyok ada yang selamat diproses hukum tapi ada yang kehilangan nyawa," ujar anggota ICW Donald Fariz di Gedung Pusat Dakwah Muhamadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (1/4).

Padahal, lanjut Donald, anggota Densus 88 ini dilatih oleh Australis, yang seharusnya memiliki kualitas lebih dari polisi biasa. Sudah sepatutnya cara kerja Densus lebih berhati-hati dalam mencari pelaku aksi teror di dalam negeri.

Advertisement

"Densus 88 seharusnya bertindak secara hati-hati dan teliti. Sifat kehati-hatian itu penting dalam mencari pelaku dan operasional pergerakan pasukan. Tak pantas kalau Densus melakukan tindakan yang tidak transparan," ujarnya.

Selain itu, Donald juga mempermasalahkan uang yang diberikan kepada istri almarhum, Suharmi, sedangkan banyak kasus agar korban diberi ganti rugi oleh kepolisian justru tidak diberikan.

"Uang dikasih, itu uang dari mana, tiba-tiba ada uang 2 gepok itu. Misal kasus salah tembak minta ganti rugi, tidak dikasih hingga kini, tapi ini tidak diminta dikasih," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Mencari kebenaran kasus kematian Siyono di tangan Densus 88
Ormas harus percaya polisi mampu autopsi Siyono
BNPT minta masyarakat tak lemahkan Densus 88 dalam kasus Siyono
Kompolnas: Ormas tak perlu ikut-ikutan autopsi Siyono
Warga yang melarang autopsi jenazah Siyono dinilai melanggar hukum

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.