Ormas harus percaya polisi mampu autopsi Siyono
Merdeka.com - Polisi dikabarkan segera mengautopsi jenazah terduga teroris, Siyono yang dinyatakan tewas usai berduel dengan anggota Densus 88. Kematian Siyono menjadi ramai lantaran banyak protes dari berbagai pihak terhadap Densus 88 yang bertindak seenaknya.
Berbagai ormas pun ikut memprotes dan bahkan ingin ikutan autopsi jenazah Siyono. Namun, ormas baiknya mendukung polisi bekerja ketimbang mau ikutan autopsi.
"Kepolisian mau bereaksi gelar kasus dan autopsi. Ormas harusnya menaruh kepercayaan pada polisi. Densus 88 dan BNPT sudah bekerja baik meski ada kritikan juga," kata Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos saat dihubungi merdeka.com, Kamis (31/3).
Bonar mengatakan dalam kasus Siyono juga ada kelompok teror memanfaatkan momen tersebut untuk membubarkan Densus 88 dan BNPT. Kelompok teror itu, kata dia, beraksi melalui media atau aksi-aksi lainnya.
Dia menambahkan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pun telah memerintahkan Propam untuk menginvestigasi. Propam pun harus bekerja cepat hingga tak timbulkan pro kontra di masyarakat. Bonar pun berharap ada Komisi Pengawas untuk Densus 88.
"Janganlah karena nila setitik rusak susu sebelanga," katanya.
Sebelumnya, kritik datang dari sejumlah pihak terhadap Densus 88. Polri diminta mengevaluasi kinerja Densus 88 setelah panglima sekaligus komandan rekrutmen kelompok teroris Neo Jamaah Islamiyah (NJI), Siyono, dinyatakan tewas usai berduel dengan anggota Densus 88.
Pasca kematian Siyono, Densus 88 pun dituding telah melanggar HAM. Karenanya, pihak keluarga meminta jenazah diautopsi ulang.
Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mempersilakan autopsi ulang dilakukan demi transparansi. Namun, penolakan autopsi justru datang dari warga Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, tempat tinggal Siyono. Warga menolak jika autopsi dilakukan oleh ormas.
Informasi yang diterima merdeka.com, hasil pertemuan aparat desa dengan ormas semalam (30/3) menyatakan, warga mempersilakan autopsi asalkan dilakukan oleh pihak penegak hukum, dan bukan ormas.
Warga juga mempersilakan Komnas HAM sebagai lembaga negara bekerja sama dengan penegak hukum untuk menyelidiki kematian Siyono, tanpa membawa-bawa ormas yang berpotensi memicu keresahan di desa mereka.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya