Kasus DBD di Lebak Capai 88 Orang Sepanjang Januari 2026, Dinkes Imbau Waspada
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak melaporkan 88 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari 2026. Peningkatan curah hujan memicu penyebaran, Dinkes imbau masyarakat optimalkan PSN plus dan PHBS untuk mencegah lonjakan kasus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, melaporkan adanya lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang bulan Januari 2026. Sebanyak 88 orang telah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini. Seluruh pasien yang terkonfirmasi DBD telah mendapatkan penanganan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas setempat.
Peningkatan kasus ini terjadi seiring dengan intensitas curah hujan yang meningkat di beberapa pekan terakhir, menciptakan banyak genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Meskipun jumlah kasus cukup tinggi, Kepala Seksi Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak, Rohmat, memastikan bahwa hingga kini belum ada laporan korban jiwa akibat DBD di wilayah tersebut.
Menanggapi situasi ini, Dinkes Kabupaten Lebak telah menginstruksikan kepada seluruh petugas puskesmas untuk mengoptimalkan peran juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap daerah. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran DBD guna memutus mata rantai penularan.
Peningkatan Kasus DBD di Lebak dan Langkah Mitigasi
Kasus DBD di Lebak paling banyak ditemukan di wilayah padat penduduk, dengan sebagian besar penderita berasal dari warga Rangkasbitung. Kondisi ini menunjukkan kerentanan area urban terhadap penyebaran penyakit yang cepat.
Untuk menekan angka kasus DBD di Lebak, Dinkes menekankan pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) plus. Program ini meliputi kegiatan mengubur, menimbun, dan menutup (3M) barang bekas yang berpotensi menampung air, serta pemberian Abate di bak mandi.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh dan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci utama. Langkah-langkah ini diharapkan dapat secara efektif mematikan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti sebelum sempat berkembang menjadi nyamuk dewasa.
Edukasi dan Peran Komunitas dalam Pencegahan DBD
Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Yayang Citra Gumilar, menyatakan bahwa pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyebaran penyakit menular akibat gigitan nyamuk, terutama saat curah hujan tinggi.
Partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya kolektif ini. Ketua RT 01/09 Kelurahan MC Timur Rangkasbitung, Iman, mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama warga secara rutin melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan dan PSN.
Kegiatan ini krusial untuk mencegah populasi jentik nyamuk berkembang biak di musim hujan. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kasus DBD di Lebak dapat dikendalikan dan dicegah agar tidak terus meningkat.
Sumber: AntaraNews