LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Dana Hibah Kemenpora, Sekjen dan Bendahara KONI Segera Disidang

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Jhony E. Awuy. Keduanya akan segera disidang terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI.

2019-02-15 19:14:00
OTT Kemenpora
Advertisement

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Jhony E. Awuy. Keduanya akan segera disidang terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI.

"Penyidikan untuk 2 orang tersangka telah selesai. Hari ini dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan 2 tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

Febri mengatakan keduanya akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Total ada 23 saksi yang diperiksa terkait kasus ini mulai dari Menpora Imam Nahrawi, Irjen Kemenpora, Ketua KONI, hingga staff Kemenpora dan KONI.

Advertisement

Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

Adhi Purnomo dan Eko Triyanto diduga menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp 318 juta dari pengurus KONI. Selain itu, Mulyana juga menerima Rp 100 juta melalui ATM.

Advertisement

Selain menerima Rp 100 juta melalui ATM, Mulyana juga sebelumnya sudah memperoleh suap lain dari pejabat KONI. Yakni 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Samsung Galaxy Note 9, dan uang Rp 300 juta dari Jhony.

Uang tersebut diterima Mulyana, Adhi, dam Eko agar Kemenpora mengucurkan dana hibah kepada KONI. Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan sebesar Rp 17,9 miliar.

Di tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Pengajuan dan penyaluran dana hibah ini diduga sebagai akal-akalan dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp 3,4 miliar.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Dua Tersangka Suap Dana Hibah Kemenpora Jalani Pemeriksaan KPK
KPK Periksa Deputi IV Kemenpora dan Manajer PT Bina Sawit Abadi Pratama
Dalami Suap Hibah KONI, KPK Periksa Kabid Olahraga Internasional Kemenpora
Kasus Korupsi Dana Hibah Rp 50 M, KPK Panggil Itjen Kemenpora
KPK Telusuri Dana Bantuan Rp 50 Miliar untuk KONI dari Kemenpora
Diperiksa KPK, Ketum KONI Tono Suratman Ditanya Soal Proposal Dana Hibah Kemenpora

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.