LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Covid-19 Tinggi, Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya Batal Digelar Awal Maret

Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih bertambah. Dampaknya, sekolah di sana belum diizinkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi menyebut awalnya rencana KBM tatap muka digelar pada bulan Maret.

2021-03-17 13:55:33
Belajar Tatap Muka
Advertisement

Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih bertambah. Dampaknya, sekolah di sana belum diizinkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi menyebut awalnya rencana KBM tatap muka digelar pada bulan Maret.

"Pertimbangannya (KBM tatap muka awal maret) banyak siswa, terutama yang masih awal SD, belum paham materi. Mereka banyak yang belum bisa baca tulis dan berhitung, mungkin ada 30-40 persen siswa kelas 1 SD banyak yang belum bisa menghitung dan membaca," kata Budiaman, rabu (17/3).

Namun rencana itu urung dilakukan karena kasus Covid-19 masih tinggi. Selain itu juga pihaknya menerima surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang isinya arahan agar KBM tatap muka tidak dulu digelar. Jadinya hingga saat ini KBM tatap muka untuk siswa SD dan SMP belum dilakukan.

Advertisement

"Jadi sampai saat ini belum ada yang diizinkan," katanya.

Dia menjelaskan bahwa pemberian izin untuk KBM tatap muka harus didukung pelaksanaan vaksinasi kepada para guru. Saat ini vaksinasi tahap pertama bagi pelayan publik di Kota Tasikmalaya, termasuk guru masih terbatas, hanya sekitar 20 persen dari total jumlah guru.

Walau begitu, Budiaman berharap agar KBM tatap muka di Kota Tasikmalaya bisa dilakukan di tahun ajaran baru, namun hal tersebut pun syaratnya setelah semua guru divaksinasi.

Advertisement

"Kita juga kan harus mengutamakan keselamatan siswa dan guru, meski dampaknya efektivitas pembelajaran daring belum seperti tatap muka," ungkapnya.

Budiaman menyatakan bahwa selama pembelajaran daring, beban guru diketahui lebih berat karena tidak semua siswa memiliki fasilitas. Hal tersebut pun menjadikan sejumlah guru berkeliling mengunjungi siswanya satu persatu.

Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan Provinsi Jabar Wilayah XII/Tasikmalaya, Abur Mustikawanto mengatakan bahwa KBM tatap muka untuk jenjang SMA/SMK hingga saat ini dalam posisi sama dengan SD dan SMP, belum dilaksanakan.

Menurutnya, bisa atau tidaknya KBM tatap muka dilaksanakan berdasarkan arahan Satgas penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

"Sebenarnya dari dinas provinsi mempersilakan setiap daerah untuk kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar tatap muka, namun itu tadi harus seizin satgas Covid di daerah masing-masing," katanya.

Baca juga:
Uji Coba Belajar Tatap Muka di Bogor Diperpanjang jika Tak Sebabkan Klaster Covid-19
27 Sekolah di Salatiga Uji Coba Belajar Tatap Muka
Uji Coba Belajar Tatap Muka dengan Menerapkan Protokol Kesehatan di Cibinong
Belajar Tatap Muka di Garut Dijadwalkan Setelah Lebaran
Mulai Uji Coba Pekan Ini, Begini Kabar Penerapan Sekolah Tatap Muka di Bogor

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.