Mulai Uji Coba Pekan Ini, Begini Kabar Penerapan Sekolah Tatap Muka di Bogor
Merdeka.com - Senin (15/3) kemarin, Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat mulai melakukan uji coba pelaksanaan sekolah tatap muka di 170 sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK. Pelaksanaan uji coba tersebut berdasarkan syarat yang telah diajukan oleh sekitar 200 sekolah di wilayah tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Atis Tardiana menjelaskan, dari 200 sekolah yang mengajukan hanya 170 yang dinyatakan lolos verifikasi dan layak untuk melaksanakan uji coba sekolah secara offline.
"Sekolah yang diuji coba dari semua jenjang, mulai SD, SMP, MA, MTS, SMK dan SMA," terang Atis, seperti melansir dari Liputan6.
Telah Memenuhi Syarat

Ilustrasi belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19
©2020 Merdeka.com/Arie Basuki
Menurut Atis, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pihak sekolah sebelum disetujui untuk melakukan uji coba pelaksanaan sekolah tatap muka yakni kesiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan.
Kemudian pihak sekolah juga harus mendapat izin dari orang tua siswa, termasuk komite sekolah, kesiapan satuan pendidikan yang sesuai dengan daftar periksa, dan izin dari pemerintah daerah.
"Alhamdulillah, hari pertama uji coba belajar tatap muka berjalan lancar. Hasil pantauan, semua sekolah yang tercatat ikut PTM tertib protokol kesehatan," kata Atis.
Siswa Antusias
Dari pelaksanaan uji coba sekolah secara tatap muka, para siswa terlihat antusias dengan masuknya kembali mereka ke sekolah seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 Citeureup.
Menurut Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Citeureup Endang Misbach, para siswa merasa bersemangat pada hari uji coba itu.
"Terlihat mereka senang, mungkin karena merasa jenuh setahun belajar online," ujar Endang.
Endang menambahkan jika di sekolahnya tidak seluruh siswa melaksanakan sekolah tatap muka tersebut. dari 335 murid di kelas XII, hanya 135 murid yang telah mendapat izin dari orang tuanya.
"Karena untuk belajar tatap muka harus ada izin dari orang tua, jadi kita tidak bisa maksa," kata Enang.
Sebagian Masih Belajar Online dari Rumah
Untuk di SMAN 1 Citeureup sendiri, pihak sekolah masih menerapkan pembatasan dari para siswa-siswanya sebagai upaya menekan angka penyebaran di sekolah.
Dalam pelaksanaan tersebut yang mengikuti uji coba hanya terbatas di siswa kelas XII, sedangkan untuk siswa X dan XI masih harus belajar secara online di rumah masing-masing.
"Kita tidak ingin bertahap, tidak sekaligus. Sebetulnya ruang kelas cukup. Kan dari total murid yang ada belum tentu semua ikut PTM. Sekarang saja tiap kelas hanya diisi 15-18 siswa," tambahnya.
Konsep tersebut juga diketahui diadopsi di SMK Negeri 1 Cibinong, di mana pihak sekolah hanya membuka sekolah tatap muka bagi siswa kelas XII dan terbatas di mata pelajaran praktikum.
"Kita utamakan mereka masuk supaya ketika lulus mereka punya keahlian, selebihnya masih daring," kata Heri Hermawan, Wakil Kepala Sekolah urusan kurikulum SMKN 1 Cibinong.
Heri menambahkan jika siswa kelas X dan XI baru akan dilakukan pada April 2021 mendatang, setelah pelaksanaan uji kompetensi siswa kelas XII selesai.
"Pengajuan itu sudah dapat izin. Nanti polanya akan sama seperti sekarang ini. Tiap ruang kelas jumlahnya dikurangi, diberlakukan shift dan jam belajarnya dikurangi," terangnya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya