Kasus Covid-19 Naik, Bogor Minta Pemerintah Pusat Batasi Mobilitas di Jabodetabek
Cegah meningkatnya kasus Covid-19, Dedie menyarankan pemerintah pusat mewajibkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) di kementerian dan lembaga.
Wakil Wali kota Bogor Dedie Rachim meminta pemerintah pusat bisa membatasi warga di wilayah aglomerasi Jabodetabek di tengah ancaman varian Omicron agar kasus Covid-19 tidak meningkat. Hal ini untuk mengurangi interaksi warga yang tinggal di wilayah penyangga Jakarta yang masih melakukan mobilisasi ke ibu kota.
"Kita berkeinginan ada suatu langkah arahan dari pemerintah pusat tentang aglomerasi artinya pembatasan kembali lintasan atau mobilitas warga," ujar Dedie dalam diskusi yang disiarkan melalui YouTube, Sabtu (29/1).
Dedie menyarankan pemerintah pusat mewajibkan kerja dari rumah atau work from home (WFH) di kementerian dan lembaga.
"Dan WFH di lingkungan kementerian/lembaga yang di Jakarta yang memang masyarakat sekitar Jabodetabek saling interaksi harus saling ingatkan," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah pusat perlu memikirkan cara yang preventif dan preemtif untuk menghadapi Omicron, tidak hanya melalui penanganan setelah kejadian.
"Jangan kita fokus ke upaya-upaya penanganan yang setelah kejadian, tapi harus preventif juga ada preemtif juga supaya kemudian tidak meningkat lagi," pungkasnya.
Baca juga:
Kemenkes Pastikan Data Harian Kasus Covid-19 Angka Real Time
Satgas Covid-19: Data GISAID Ada 1.875 Kasus Omicron di Indonesia per 28 Januari 2022
PERSI Ungkap Penyebab Pasien Covid-19 Gejala Ringan Minta Dirawat di RS
Crowd Free Night Nanti Malam, Ini Ruas Jalan di DKI Dijaga Polisi
Kemenkes Klaim Pengendalian Covid-19 di Indonesia Dibanding 5 Negara Ini