Kasau sebut PT DI belum sanggup bikin alutsista
Menurut Marsekal Agus, PT DI cuma merakit saja dan selalu kerja sama dengan pihak asing.
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Agus Supriatna menyatakan bahwa PT Dirgantara Indonesia belum bisa membuat produksi dalam negeri alat utama sistem persenjataan untuk TNI. Hal itu dibuktikan PT Dirgantara Indonesia selalu bekerjasama dengan perusahaan militer di luar negeri.
"Tapi kami kerjasama dengan PT DI, jadi belum sanggup PT DI buat. Contoh pembelian heli Apache sanggup tidak PT DI. Dari mana heli dan pesawat beli dari Airbus dan Amerika kan? Dari luar kan semua," kata Marsekal Agus di Mabes TNI AU, Jakarta, Senin (30/11).
Karena itu TNI AU tak memilih helikopter EC-725 Cougar dari PT DI untuk heli VVIP Presiden Jokowi. Menurut Agus, heli AW-101 dari luar negeri. Hal itu sudah masuk dalam rencana strategis 2015-2016.
Pihaknya memilih heli AW-101 atas kajian lantaran TNI AU membutuhkan heli angkut berat. Heli AW-101 memiliki kabin dengan ketinggian 180 cm dan kapasitas angkut 80 ton, serta mempunyai tiga mesin.
"Sehingga dari itu kami membaca komandan skuadron yang mengoperasikan skuadron 8, 6 dan 45. Pagu anggaran kami sanggup beli 8 unit heli AW tapi kami minta 1 lagi biar adil jadi ada 9. Anggaran kami dari pinjaman luar negeri itu renstra lima tahun," tandasnya.
Baca juga:
Ini alasan TNI AU harus beli Helikopter bikinan PTDI buat Jokowi
JK: Heli SuperPuma masih sangat layak
Soal dana beli heli untuk Jokowi, Menteri Pratikno disebut offside
Rugikan negara & tabrak UU, DPR minta Jokowi jelaskan heli asing
TNI AU tuding ada politisasi pembelian helikopter buat Jokowi
Tak cuma KMP, PDIP juga kritik helikopter buat Jokowi