LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. REGIONAL

Karhutla di Sumsel Tak Kunjung Padam Meski 'Dihujani' 18,1 Juta Liter Air, Ini Penyebabnya

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan terus meluas bersamaan dengan puncak musim kemarau.

Kamis, 24 Agu 2023 15:59:00
karhutla
Karhutla di Sumsel Tak Kunjung Padam Meski 'Dihujani' 18,1 Juta Liter Air, Ini Penyebabnya (merdeka.com)
Advertisement

Kebakaran sudah merambah ke areal gambut.

Karhutla di Sumsel Tak Kunjung Padam Meski 'Dihujani' 18,1 Juta Liter Air, Ini Penyebabnya

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan terus meluas bersamaan dengan puncak musim kemarau. Beragam upaya dilakukan namun api tak kunjung padam.

Karhutla terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, dan terbaru menyebar di Banyuasin. Tak hanya lahan mineral, kebakaran juga sudah merambah ke areal gambut.

Tim satgas dari TNI, polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat berjibaku memadamkan api agar tidak semakin meluas, apalagi sampai masuk ke pemukiman yang akan berdampak lebih buruk. Belum lagi tim udara dengan 7 unit helikopter baik patroli maupun armada pengeboman air dikerahkan.


Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengungkapkan, sepanjang Mei-Agustus 2023 sebanyak 18,1 juta liter air telah ditumpahkan oleh heli water boombing di lokasi kebakaran. Upaya ini diproyeksikan dapat memadamkan api dengan cepat sehingga tidak menjalar ke sekitar.

Sementara teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang diterapkan pada 8-18 Agustus 2023 dinilai tidak optimal karena faktor cuaca. Penerbang tidak menemukan awan penghujan sehingga menyulitkan melakukan penaburan dan penyebaran garam.

Advertisement

"Kami terus gencarkan pemadaman di titik-titik api, begitu tahu koordinatnya langsung bergerak," 

ungkap Ansori, Kamis (25/8). 

merdeka.com

Advertisement

Tim darat juga dengan sigap melakukan pemadaman dengan peralatan lengkap. Hanya saja, keterbatasan air di lokasi dan beratnya medan menjadi kendala satgas.


Ansori menduga, api cenderung disebabkan faktor manusia. Ada yang membuang puntung rokok sembarangan dan ada juga unsur kesengajaan berupa membakar untuk membuka lahan.

Advertisement

Pembakaran lahan itu tidak diantisipasi dengan memaksilkan penjagaan dan pemadaman sehingga api menjalar ke areal sekitar dan sulit dipadamkan karena semakin membesar.

"Membuka lahan untuk berkebun sayur dan sebagainya, tapi api tidak dijaga dengan baik lalu lepas tangan ketika merambat ke luar kebunnya," 

kata dia.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Ferdian Kristianto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih memadamkan api di OKI dan Ogan Ilir.

Lokasinya sulit dijangkau dan arah angin yang berubah-ubah menyulitkan petugas.

Api cepat meluas karena bahan bakar sangat melimpah seperti kayu kering dan rumput. Bahayanya lagi jika api sudah masuk ke areal gambut yang memiliki kedalaman cukup dalam.


"Jika gambut sudah terbakar, sangat sulit dipadamkan," terangnya.
Berita Terbaru
  • Ingin Mesin Awet? Perhatikan Cara Memilih Filter Udara yang Tepat
  • Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Mengurangi Sampah Rumah Tangga, Lingkungan Jadi Lebih Sehat
  • 5 Trik Berkendara Hemat Bensin yang Wajib Dicoba Saat Pertamax Mahal
  • Polda Bali Tangkap 138 Tersangka dan Sita Narkoba Senilai Rp13 Miliar
  • Menteri Jumhur dan Koster Deklarasikan Bali Menuju 100 Persen Pemilahan Sampah
  • karhutla
  • kebakaran hutan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Raynaldo Ghiffari Lubabah
B
Reporter Budi Yansah
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.