Karhutla di OKI Meluas ke Habitat Gajah di SM Padang Sugihan
"Karhutla terjadi di Pangkalan Lampan, jejak terbakar sudah lima hektare. Sudah lima kali water boombing dilakukan,"
Sejak beberapa hari terakhir terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Karhutla mengancam meluas ke kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Banyuasin, yang tak jauh dari titik api.
Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengungkapkan, sejak dua hari terakhir tim udara terus melakukan water boombing di titik api di Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI. Air yang dijatuhkan dari udara sudah sebangak 592 ribu liter.
"Karhutla terjadi di Pangkalan Lampan, jejak terbakar sudah lima hektare. Sudah lima kali water boombing dilakukan," ungkap Ansori, Senin (26/7).
Dijelaskan, titik karhutla berada di lahan gambut yang mulai mengalami kekeringan. Jika api tak dipadamkan dalam waktu cepat, akan berpotensi meluas ke kawasan habitat gajah di SM Padang Sugihan.
"Di lahan gambut berasap tipis di lahan yang berdekatan dengan SM Padang Sugihan. Penyebab kebakaran belum tahu," kata dia.
Hari ini, sambung dia, helikopter water boombing kembali dikerahkan untuk memadamkan api dan juga patroli udara di lokasi rawan karhutla. Sebab, lahan gambut di OKI sulit dipadamkan karena sangat dalam dan kering.
"Kita masih mencegah gambut terbakar, karena jika sudah terbakar besar akan susah ditangani," jelas dia.
Dari laporan tim di lapangan, satgas darat sudah kesulitan mencari sumber air untuk memadamkan api karena sungai mulai mengering. Andalan utama saat ini adalah water boombing yang dapat mengambil air dari mana saja.
"Selama ini sudah 134 kali water bombong dilakukan di Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI," pungkasnya.
Baca juga:
Tangani Karhutla, 104 Brimob Polda Sumsel Disebar ke Daerah Rawan
Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Terkendala Angin Kencang di Ketinggian 10.000 Kaki
Belasan Hektare Lahan di Sumsel Terbakar dalam 2 Bulan Terakhir
Cegah Karhutla, Kapolda Sumsel Minta Korporasi Perkebunan Urunan Gelar TMC
Hujan Buatan di Sumsel Selama 5 Hari Dinilai Cukup Berhasil